Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KUALITAS AIR DAN INDEKS PENCEMARAN SUNGAI LAMIE BAGIAN HULU KABUPATEN NAGAN RAYA
Pengarang
SALAHUDDIN AL AYUBI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I
Syakur - 196803041993031003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1705108010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
363.739 4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Untuk menjaga atau mencapai kualitas air sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan, maka perlu adanya upaya pelestarian dan pengendalian. Sub DAS Krueng Lamie merupakan wilayah aliran sungai yang berada dalam kawasan wilayah sungai Woyla Bateu dan dalam daerah aliran sungai Krueng Tripa. Krueng Tripa terletak berseberangan diantara dua Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Nagan Raya yang luas aliran sungainya sebesar 7,61 Km kuadrat. Untuk mengetahui status mutu air di sekitar Sungai Lamie di Nagan Raya. Untuk mengetahui kelayakan air Sungai Lamie di Nagan Raya untuk keperluan Pertanian. Bahan yang digunakan yaitu sampel air sungai Lamie sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif, dengan mengambil sampel pada beberapa titik yang telah ditentukan. Analisis sampel air dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banda Aceh. Penentuan status mutu air sungai dapat dilakukan dengan menggunakan metoda indeks pencemaran yang tertera pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 dan peninjauan kelayakan penggunaan air sungai untuk keperluan irigasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh titik pengamatan dalam kondisi memenuhi baku mutu untuk keperluan irigasi dan dalam kategori yang layak dipergunakan pada keperluan air irigasi.Berdasarkan perhitungan indek pencemaran Pij didapatkan TS1 didapatkan kadarnya sekitar 0,98 mg per L. memenuhi baku mutu, sebab nilai indeks pencemarnya PI kurang dari 1. Pada TS2 didapatkan indek pencemarannya tercemar ringan pada sampel utama kadar Pij naik yaitu 1,11 mg per L naik menjadi tergolong tercemar ringan. Faktor hal ini terjadi akibat tingginya nilai BOD dan COD, dibandingkan titik sampel yang lain. Pada TS 2 tergolong kategori tercemar ringan, tetapi dinilai masih layak dipergunakan untuk pertanian juga. Berdasarkan hasil penelitan yang telah diteliti air sungai lamie layak digunakan untuk pertanian oleh warga setempat. Karena tidak dalam kondisi tercemar berat.
Water is a natural resource that fulfills the needs of many people, so it needs to be protected so that it can be beneficial for the life and lives of humans and other living creatures. To maintain or achieve water quality so that it can be used sustainably in accordance with the desired level of water quality, conservation and control efforts are necessary. The Krueng Lamie sub-watershed is a river basin area located within the Woyla Bateu river basin area and within the Krueng Tripa river basin area. Krueng Tripa is located on the opposite side of the two Regencies of Gayo Lues and Nagan Raya Regency, whose river flow is 7.61 km squared. To determine the status of water quality around the Lamie River in Nagan Raya. To determine the suitability of Lamie River water in Nagan Raya for agricultural purposes. The materials used were Lamie river water samples as research objects. This research uses descriptive and quantitative methods, by taking samples at several predetermined points. Water sample analysis was carried out at the Banda Aceh Industrial Research and Standardization Laboratory. Determining the status of river water quality can be done using the pollution index method stated in the Decree of the Minister of Environment No. 115 of 2003 and reviewing the feasibility of using river water for irrigation purposes. The results of the research show that all observation points are in a condition that meets the quality standards for irrigation purposes and are in the category suitable for use for irrigation water purposes. Based on the calculation of the Pij pollution index, the TS1 level is found to be around 0.98 mg per L. It meets the quality standards, because the index value the pollutant PI is less than 1. In TS2, it was found that the pollution index was lightly polluted in the main sample, the Pij level increased, namely 1.11 mg per L, increasing to be classified as lightly polluted. This factor occurs due to the high BOD and COD values, compared to other sample points. At TS 2 it is classified as lightly polluted, but is considered still suitable for agricultural use as well. Based on research results, the Lamie River water is suitable for use for agriculture by local residents. Because it is not in a heavily polluted condition.
PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP INDEKS KUALITAS AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI KRUENG MEUREUBO DAN KRUENG WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT (Rahmatillah, 2022)
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN DI PANTAI UJUNG KAREUNG LAMPUUK, ACEH BESAR (Dea Rizky Insyira Lubis, 2019)
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA SEUMAPA BAGI MASYARAKAT GAMPONG LAMIE KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (Nurina Wati, 2024)
DAMPAK KEBERADAAN PT. SAWIT NAGAN RAYA MAKMUR TEHADAP MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI LINGKUNGAN (STUDI KASUS DESA UJONG LAMIE KECAMATAN DARUL MAKMUR, KABUPATEN NAGAN RAYA) (T Angga Suranda, 2018)
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN SUNGAI KRUENG DOY DALAM UPAYA PENGELOLAAN PERAIRAN DAERAHRNALIRAN SUNGAI DI KOTA BANDA ACEH (Adi Winata, 2022)