Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN TEUNGKU GAMPONG DALAM MENJAGA KETERATURAN (STUDI DI GAMPONG KRUENG TUNONG, KECAMATAN JAYA, KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH)
Pengarang
Mimi Rahmawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing I
Nurul Fajri - 199102262022032009 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1710101010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FISIP Sosiologi., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Teungku atau yang biasa disingkat Tgk memiliki makna khusus sebagai gelar penghormatan kepada orang-orang yang berwawasan agama dalam masyarakat Aceh. Teungku sebagai seorang tokoh agama merupakan pemimpin informal, yang secara tidak langsung diakui dan dipercayakan oleh masyarakat. Teungku di gampong tidak hanya berkedudukan sebagai pemuka agama tetapi sering juga menduduki kepemimpinan dalam masyarakat secara keseluruhan. Keberadaan Teungku juga mampu menyelesaikan masalah-masalah ketika terjadi konflik di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Peran Teungku gampong dalam menjaga keteraturan di Gampong Krueng Tunong, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Analisa masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori otoritas Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif yaitu melihat berdasarkan cerita atau pengalaman yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari dalam menjalankan peran sebagai Teungku gampong. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang ditemukan dilapangan, dalam penelitian ini menunjukkan adanya keterlibatan Teungku di gampong yang tidak hanya di bidang keagamaan tetapi Teungku juga terlibat di dalam kegiatan sosial dan adat-istiadat, penyelesaian masalah atau sengketa gampong. Selain itu Teungku juga terlibat dalam even-even politik dengan menjadi bagian dari pendukung partai. Hal ini menunjukkan adanya otoritas atau wewenang yang dimiliki oleh Teungku, yaitu otoritas kharismatik berupa ilmu agama, kemudian otoritas tradisional yang berhubungan dengan keturunan atau latar-belakang keluarga dan juga otoritas legal-rasional yang ditunjukkan dengan adanya kemampuan memimpin dan bisa mengayomi masyarakat yang menciptakan keteraturan di dalam kehidupan bermasyarakat.
Keywords: Peran, Teungku, dan Keteraturan
Teungku or commonly abbreviated as Tgk has a special meaning as a title of respect for religiously minded people in Acehnese society. Teungku as a religious figure is an informal leader, who is indirectly recognized and trusted by the community. Teungku in gampong not only serve as religious leaders but often also occupy leadership roles in society as a whole. Teungku's existence is also able to resolve problems when conflicts occur in society. This research aims to look at the role of Teungku gampong in maintaining order in Gampong Krueng Tunong, Jaya District, Aceh Jaya Regency. Analysis of the problem in this research uses Max Weber's authority theory approach. This research uses a qualitative method with a narrative approach, namely looking based on stories or experiences carried out in daily activities in carrying out the role as Teungku gampong. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Based on the results found in the field, this research shows that Teungku's involvement in the gampong is not only in the religious field but Teungku is also involved in social activities and customs, resolving gampong problems or disputes. Apart from that, Teungku is also involved in political events by becoming part of party supporters. This shows the authority or authority possessed by Teungku, namely charismatic authority in the form of religious knowledge, then Traditional authority related to descent or family background and also legal-Rational authority which is demonstrated by the ability to lead and be able to protect the community which creates regularity in social life. Keywords: Role, Teungku, and Regularity
TOPONIMI NAMA GAMPONG DI KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA (IRMAYANA, 2024)
PEREMPUAN DALAM TRADISI MEURUKON DI GAMPONG LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR (WINAHYU HABSARI, 2021)
PRIORITAS PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR. (Khalif, 2021)
PELAKSANAAN PEMILIHAN KEUCHIK SECARA E-VOTING DI KABUPATEN PIDIE JAYA (ZAHRA HAYATI, 2021)
IDENTIFLKASI POTENSI MINERAL DI KECAMATAN JAYA KABUPATEN ACEH JAYA (Al-Kindi, 2022)