<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137505">
 <titleInfo>
  <title>PERAN TEUNGKU GAMPONG DALAM MENJAGA KETERATURAN   (STUDI DI GAMPONG KRUENG TUNONG, KECAMATAN JAYA, KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mimi Rahmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FISIP Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teungku  atau  yang  biasa  disingkat  Tgk  memiliki  makna  khusus  sebagai  gelar penghormatan  kepada  orang-orang  yang  berwawasan  agama  dalam  masyarakat Aceh.  Teungku  sebagai  seorang  tokoh  agama  merupakan  pemimpin  informal, yang secara tidak langsung diakui dan dipercayakan oleh masyarakat. Teungku di gampong  tidak  hanya  berkedudukan  sebagai  pemuka  agama  tetapi  sering  juga menduduki  kepemimpinan  dalam  masyarakat  secara  keseluruhan.  Keberadaan Teungku  juga  mampu  menyelesaikan  masalah-masalah  ketika  terjadi  konflik  di dalam  masyarakat.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  Peran  Teungku gampong  dalam  menjaga  keteraturan  di  Gampong  Krueng  Tunong,  Kecamatan Jaya,  Kabupaten  Aceh  Jaya.  Analisa  masalah  dalam  penelitian  ini  menggunakan pendekatan  teori  otoritas  Max  Weber.  Penelitian  ini  menggunakan  metode kualitatif  dengan  pendekatan  naratif  yaitu  melihat  berdasarkan  cerita  atau pengalaman yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari dalam menjalankan peran sebagai  Teungku  gampong.  Teknik  pengumpulan  data  yang  dilakukan  adalah dengan  observasi,  wawancara  dan  dokumentasi.  Berdasarkan  hasil  yang ditemukan  dilapangan,  dalam  penelitian  ini  menunjukkan  adanya  keterlibatan Teungku di gampong yang tidak hanya di bidang keagamaan tetapi Teungku juga terlibat  di  dalam  kegiatan  sosial  dan  adat-istiadat,  penyelesaian  masalah  atau sengketa  gampong.  Selain  itu  Teungku  juga  terlibat  dalam  even-even  politik dengan  menjadi  bagian  dari  pendukung  partai.  Hal  ini  menunjukkan  adanya otoritas  atau  wewenang  yang  dimiliki  oleh  Teungku,  yaitu  otoritas  kharismatik berupa  ilmu  agama,  kemudian  otoritas  tradisional  yang  berhubungan  dengan keturunan  atau  latar-belakang  keluarga  dan  juga  otoritas  legal-rasional  yang ditunjukkan  dengan  adanya  kemampuan  memimpin  dan  bisa  mengayomi masyarakat yang menciptakan keteraturan di dalam kehidupan bermasyarakat.  &#13;
Keywords: Peran, Teungku, dan Keteraturan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137505</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 22:21:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 09:14:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>