<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137467">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN PADA SAPI ACEH DI KECAMATAN MEUREUDU, KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIF MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara di Aceh sebagai sumber pendapatan tambahan/tabungan. Terdapat tiga metode pemeliharaan sapi, yaitu intensif, semi intensif, dan ekstensif. Metode intensif melibatkan pengandangan penuh dan pemberian pakan secara teratur, sementara metode semi intensif menggabungkan pengandangan dan penggembalaan dengan sebagian pakan disediakan, dan metode ekstensif, melibatkan penggembalaan bebas dengan pakan dan air yang diperoleh dari padang penggembalaan alami. Metode ekstensif masih dominan digunakan khususnya di Kecamatan Meureudu karena ketersediaan lahan penggembalaan alami dan biaya rendah. Metode ini juga berpengaruh pada rendahnya produktivitas ternak sapi, oleh karena itu, diperlukan peningkatan aspek teknis pemeliharaan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi.&#13;
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memperoleh data primer dan sekunder. Terdapat 10 desa dengan masing-masing 9 peternak per desa. Peternak yang menjadi responden disyaratkan sudah beternak minimal selama 3 tahun berturut-turut dan memiliki ternak sapi Aceh sekurangnya 2 ekor. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh bedasarkan Permentan N0.46/Permentan/PK.210/8/2015 antara lain : (1) prasarana dan sarana, (2) pola pemeliharaan, dan (3) kesehatan ternak. Data dari kuesioner penelitian penerepan aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh oleh peternak di Kecamatan Meureudu dilakukan analisis data dengan mengggunakan skala Guttman untuk menghitung nilai persentase.&#13;
Bedasarkan penelitian penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh di Kecamatan Meureudu diperoleh yaitu persentase penerapan aspek teknis prasarana dan sarana sebesar 36,47%, penerapan pola pemeliharaan 41,97%, dan aspek teknis kesehatan pada sapi Aceh sebesar 44,44%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi Aceh di Kecamatan Meureudu masih rendah (≤50).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 17:16:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 08:45:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>