<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137443">
 <titleInfo>
  <title>STUDI HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN VARIASI UKURAN MATA PANCING RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEUPIN DEAH RAYARNKECAMATAN SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUTIARA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jenis alat tangkap rawai yang digunakan di gampong Deah raya adalah jenis rawai dasar. Berdasarkan survei awal di Gampong Deah Raya dapat diketahui bahwa ukuran mata pancing rawai yang digunakan adalah ukuran mata pancing nomor 7 dan  nomor 9. Mata pancing nomor 9 banyak tertelan pada ikan yang ditangkap karna ukurannya lebih kecil dibandingkan mata pancing nomor 7 yang menyebabkan nelayan harus mengganti mata pancing setiap melakukan kegiatan setting, oleh karena itu penelitian ini dilakukan guna mengingat pentingnya pemilihan ukuran mata pancing yang tepat dalam meningkatkan hasil tangkapan alat tangkap rawai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan alat tangkap rawai ukuran mata pancing nomor 7 dan nomor 9. Penelitian ini dilaksanakan di Teupin Deah raya, Kecamatan Syiah Kuala pada bulan Juni-Juli 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dari nelayan yang mendaratkan hasil tangkapannya di lokasi penelitian. Jumlah sampel hasil tangkapan yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 6 unit alat tangkap rawai yang didaratkan di Teupin Deah raya yang memiliki panjang tali utama 1000 meter dengan jumlah mata pancing sebanyak 200 unit mata pancing. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode analisis pendekatan perhitungan dengan rumus proporsi hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan utama Rawai  dasar yaitu asuan (Lethrinus miniatus), barakuda (Sphyraena), gabus laut (Rachycentron canadum), kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus), kurisi hijau (Aprion virescens), kuwe (Caranx ignobilis), lencam dusun (Lethrinus lentjan), dan todak (Xiphias gladius). Hasil tangkapan mata pancing nomor 7 didominasi oleh ikan kuwe (Caranx ignobilis) sebanyak 114 ekor dengan berat 180.500 gr dan hasil tangkapan mata pancing nomor 9 didominasi oleh ikan barakuda (Sphyraena) sebanyak 119 ekor dengan berat 77.200 gr.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ukuran mata pancing nomor 7 memberikan jumlah dan berat hasil yang lebih besar dengan berat keseluruhan tangkapan sebesar 465.210 gram sedangkan mata pancing nomor 9 menghasilkan berat keseluruhan tangkapan sebesar 341.360 gram.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137443</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 16:26:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 16:30:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>