PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT YANG MENGALAMI DAN TIDAK MENGALAMI TSUNAMI 2004 PADA KABUPATEN DAN KOTA TERDAMPAK DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT YANG MENGALAMI DAN TIDAK MENGALAMI TSUNAMI 2004 PADA KABUPATEN DAN KOTA TERDAMPAK DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Dista Ismaridha - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Dosen Pembimbing I
Hendra Kurniawan - 198203052008121004 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1807101010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

303.485

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tsunami merupakan bencana yang dapat menyebabkan dampak yang sangat besar, terutama di negara yang berada di jalur rawan bencana seperti Indonesia. Tsunami Aceh pada tahun 2004 yang merenggut banyak nyawa dan menyebabkan kerusakan
luas menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, di mana pemahaman dan pengalaman dapat berperan besar dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang mengalami dan tidak mengalami tsunami 2004 di kabupaten dan kota terdampak di Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, mengambil data dari survei kesiapsiagaan masyarakat pasca 15 tahun tsunami Aceh yang dilakukan oleh Tsunami Disaster, Mitigation Research Centre (TDMRC)
Universitas Syiah Kuala di 9 kabupaten dan kota yang terdampak parah. Sampel penelitian berjumlah 853 responden yang diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan responden yang mengalami tsunami berada pada kategori sangat siap (18,5%) dan siap (62,6%), sedangkan yang tidak mengalami tsunami berada pada kategori sangat siap (10,1%) dan siap (52,5%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kesiapsiagaan antara kedua kelompok dengan p-value 0,000 < (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kesiapsiagaan pada masyarakat yang mengalami tsunami dan tidak mengalami tsunami 2004 pada kabupaten dan kota terdampak di provinsi Aceh.

Tsunamis are disasters that can have a significant impact, especially in countries located in disaster-prone areas like Indonesia. The Aceh tsunami in 2004, which claimed many lives and caused widespread destruction, highlights the importance of community preparedness in facing disasters, where understanding and experience can play a major role in reducing risks and impacts. This study aims to examine the differences in the level of preparedness between communities that experienced the 2004 tsunami and those that did not in the affected districts and cities of Aceh Province. This research is an analytical observational study with a cross-sectional approach, utilizing data from a community preparedness survey conducted 15 years after the Aceh tsunami by the Tsunami Disaster Mitigation Research Centre (TDMRC) of Syiah Kuala University in nine severely affected districts and cities. The sample consisted of 853 respondents selected through total sampling. The results show that the level of preparedness among respondents who experienced the tsunami is categorized as very prepared (18.5%) and prepared (62.6%), while those who did not experience the tsunami are categorized as very prepared (10.1%) and prepared (52.5%). Chi-square test results indicate a significant difference in preparedness levels between the two groups with a p-value 0,000 < α (0.05). The conclusion of this study is that there are differences in the level of preparedness among communities that experienced the tsunami and those that did not in the affected districts and cities of Aceh Province.

Citation



    SERVICES DESK