<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137357">
 <titleInfo>
  <title>ASISTENSI PENANGANAN PYOMETRA PADA KUCING DOMESTIK DI UPT LABORATORIUM VETERINER KLINIK HEWAN PROVINSI RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarisa Alnahya Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (D3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pyometra merupakan kondisi abnormal ditandai dengan adanya akumulasi nanah di dalam uterus. Pyometra terdiri atas dua jenis yaitu pyometra terbuka dan pyometra tertutup. Kasus yang ditemukan di UPT Laboratorium Veteriner Klinik Hewan Provinsi Riau yaitu pyometra pada kucing betina bernama Caki. Seekor kucing domestik bernama Caki berumur 4 tahun berjenis kelamin betina, berat badan 2,8 kg dengan warna putih kuning, dan suhu kucing 39,1℃, turgor kulit normal, dibawa ke UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan Provinsi Riau dengan keluhan lesu, tidak nafsu makan, kurang aktif, dan pada bagian vulva mengeluarkan leleran. Metode pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan menggunakan USG. Berdasarkan serangkaian pemeriksaan kucing Caki didiagnosa pyometra terbuka dengan prognosa dubius. Penanganan adalah bedah ovariohisterektomi. Anastesi dilakukan dengan injeksi intra muscular menggunakan Ketamin dan Xylazine. Pasca operasi diberikan antibiotik Cefadroxil, Metronidazole, ester C, anti inflamasi Meloxicam, anti histamin Pronicy, Orbumin, dan terapi topikal diberikan salep Gentamycin. Setelah dilakukan pengobatan selama 10 hari keadaan kucing Caki mulai membaik yang ditandai dengan tidak adanya leleran dari vulva dan luka operasi sudah menyatu serta nafsu makan sudah baik. Kucing Caki mengalami pyometra terbuka dimana keluarnya cairan bercampur nanah dari vulva.&#13;
Kata Kunci : Kucing, usg, ovariohisterektomi, pyometra, upt lvkh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137357</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 13:07:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 14:37:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>