<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137331">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR DALAM EKOSISTEM TEMBAKAU RAKYAT  PADA DUA LOKASI YANG BERBEDA DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TRISNA RIZKI WULANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Arthropoda predator adalah pemangsa organisme lain yang hidup secara bebas di alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dapat menyerang mulai dari fase pradewasa hingga fase dewasa. Mereka memerlukan beberapa mangsa sepanjang hidupnya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan populasi hama di lapangan. Ekosistem pertanian di Indonesia yang beriklim tropis sebenarnya memiliki banyak jenis musuh alami yang secara efektif dapat menekan populasi hama. Namun, penggunaan pestisida sintetis masih dilakukan oleh petani, meskipun tanpa disadari hal ini dapat mengganggu keseimbangan dan stabilitas ekosistem. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk mencari alternatif yang lebih baik. Salah satu cara untuk dapat menurunkan penggunaan pestisida sintetis adalah dengan memanfaatkan musuh alami seperti arthropoda predator sebagai pengendali hama pada tanaman dalam rangka membuat lingkungan atau ekosistem lestari. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman arthropoda predator pada lahan tanaman tembakau rakyat dengan dua lokasi yang berbeda di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman tembakau rakyat di Desa Keunaloi dan Lamkleng Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak Juni 2023 sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan perangkap Pitfall trap, Light trap, Sweep net, dan secara mekanis.Semua pengambilan sampel dilakukan 4 kali yaitu pada saat tanaman berumur 20, 27, 34, dan 41 HST mulai pukul 08.00 WIB sampai keesokan harinya untuk pitfall trap, sedangkan light trap mulai pukul 18.00 WIB sampai 17.00 WIB. Penggunaan sweep net dan mekanis diambil saat pagi dan sore hari. Peubah yang diamati meliputi komposisi morfospesies arthropoda predator, kelimpahan arthropoda predator, indeks keanekaragaman morfospesies arthropoda predator, indeks dominasi arthropoda predator, indeks kemerataan arthropoda predator, dan indeks similarias arthropoda predator. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan keanekaragaman dan kelimpahan arthropoda predator pada kedua lahan pertanaman tembakau ini. Lahan pertanaman tembakau di Desa Keunaloi memiliki jumlah morfospesies dan individu yang lebih tinggi dibandingkan lahan di Desa Lamkleng. Arthropoda predator yang ditemukan pada lahan pertanaman tembakau di Desa Keunaloi terdiri dari 6 ordo, 14 famili, 24 morfospesies dengan individu berjumlah 4.478, sedangkan di Desa Lamkleng terdiri dari 6 ordo, 9 famili, 17 spesies dengan individu berjumlah 822. Arthropoda predator yang paling berlimpah pada lahan pertanaman tembakau di Desa Keunaloi yaitu Lathrobium sp yang berjumlah 3611 individu dari ordo Coleoptera famili Staphylinidae, sedangkan di Desa Lamkleng yaitu Camponotus sp yang berjumlah 264 dari ordo Hymenoptera famili Formicidae. Melimpahnya Lathrobium sp pada Desa Keunaloi disebabkan keadaan di sekitar lahan yang sangat mendukung pertumbuhannya, seperti terdapat banyak gulma dan serasah di sekitar, memiliki hutan sekunder dengan vegetasi yang beragam, Lathrobium sp menyukai tempat-tempat yang berdataran tinggi seperti di dekat gunung dan mangsa yang ada di lahan sesuai. Melimpahnya Camponotus sp1 pada Desa Lamkleng disebabkan oleh adanya serasah dan batang pohon tua di sekitar yang sudah mulai lapuk yang sangat disukai oleh Camponotus sp1 untuk membuat sarang.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TOBACCO - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ARTHROPODA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PREDATOR CONTROL - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.966</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137331</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 12:20:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 15:20:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>