IDENTIFIKASI SEDIMEN DASAR LAUT MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN ULEE LHEUE, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI SEDIMEN DASAR LAUT MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN ULEE LHEUE, BANDA ACEH


Pengarang
Dosen Pembimbing

NIP. 197806072006041004 Dr. Ichsan Setiawan, S.Si.,M.Si - - - Dosen Pembimbing I
Muhammad Nanda - 199206092024211017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011101010070

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sedimen dasar laut di Perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, dengan menggunakan teknologi Single Beam Echosounder. Teknologi hidroakustik ini memanfaatkan gelombang suara untuk memperoleh data kedalaman dan nilai hambur balik dari sedimen dasar laut. Penelitian dilakukan dengan merekam data dasar laut menggunakan echosounder, yang kemudian divalidasi melalui pengambilan sampel sedimen menggunakan Ekman Grab di beberapa titik sampel. Sampel sedimen yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Folk & Ward untuk menentukan distribusi ukuran butir sedimen. Hasil rekaman echosounder menunjukkan variasi nilai volume backscattering strength (SV) yang mencerminkan karakteristik morfologi dan jenis sedimen dasar laut. Analisis regresi linier menghasilkan persamaan y = -0.8167x - 13.897 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.2, yang menunjukkan bahwa ukuran butir sedimen hanya menjelaskan sekitar 20% dari variabilitas dalam kekuatan pantulan akustik. Sebagian besar variabilitas ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tertangkap dalam model ini. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara ukuran butir sedimen dan kekuatan pantulan akustik, meskipun masih banyak variabel lain yang perlu dipertimbangkan dalam analisis lebih lanjut. Hasil ini penting dalam studi sedimentologi dan teknologi hidroakustik, serta memberikan wawasan awal mengenai dinamika interaksi antara sifat fisik sedimen dasar laut dan respons akustik yang dihasilkan. Dengan demikian, penelitian ini membuka jalan bagi kajian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi backscattering strength di lingkungan perairan.
Kata Kunci: Identifikasi sedimen dasar laut, Single Beam Echosounder, Volume Backscattering Strength (SV), Ukuran butir sedimen, Ekman Grab.

This study aimed to identify seabed sediments in Ulee Lheue waters, Banda Aceh, using Single Beam Echosounder technology. This hydroacoustic technology utilized sound waves to acquire depth data and backscatter strength values of seabed sediments. Data collection was conducted by recording seabed characteristics with the echosounder, which was then validated through sediment sampling using an Ekman Grab at several sampling points. The collected sediment samples were analyzed using the Folk & Ward method to determine sediment grain size distribution. The echosounder recordings revealed variations in volume backscattering strength (SV) values, which reflected the morphological features and sediment types of the seabed. A linear regression analysis produced the equation y = -0.8167x - 13.897 with a coefficient of determination (R²) of 0.2, indicating that sediment grain size accounted for approximately 20% of the variability in acoustic backscatter strength. The remaining variability was likely influenced by other factors not captured in this model. This study demonstrated a relationship between sediment grain size and acoustic backscatter strength, though many other variables need to be considered in further analysis. These findings were important for sedimentological studies and hydroacoustic technology, providing initial insights into the dynamics between the physical properties of seabed sediments and their acoustic response. Therefore, this research opened the door for more in-depth studies to better understand the factors affecting backscattering strength in aquatic environments. Keywords: Seabed sediment identification, Single Beam Echosounder, Volume Backscattering Strength (SV), Sediment grain size, Ekman Grab.

Citation



    SERVICES DESK