UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PUZZLE DI PAUD NUR ANNISA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PUZZLE DI PAUD NUR ANNISA BANDA ACEH


Pengarang

Nuraini - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206104210045

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

370.15

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

iv
ABSTRAK
Kata Kunci: Puzzle. kemampuan kognitif. dan anak usia dini.
Penelitian ini berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia
Dini Melalui Bermain Puzzle di PAUD Nur Annisa Banda Aceh”. Penelitian imi
mengangkat masalah peningkatan kemampuan kognitifanak usia dini, aktivitas anak
dalam menggunakan permainan puzzle, dan keterampilan guru dalam mengelola
pembelajaran dengan menggunakan permainan puzzle. Tujuan dan peneletian ini untuk
mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini untuk mengetahui aktivitas
anak dalam permainan puzzle, dan untuk rnengetahui keterampilan guru dalam mengelola
pembelajaran dengan menggunakan permainan puzzle. Penelitian ini menggun akan
metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2
siklus. Setiap sikius di lakukan melalui tahapan, perencanaan, tindakan, observasi dan
refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak PAUD Nur Annisa kelompok B2
berjumlah 20 orang. Data yang dikumpulkan inelalui teknik unjuk kerja dan observasi.
Data dianalis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan pengelohan
data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya
meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui bermain puzzle. Pada pra
siklus di peroleh 25 % , atau sebanyak 5 orang anak, pada siklus I 45%, atau sebanyak 9
orang anak, pada siklus II meningkat 85%, atau sebanyak 17 orang anak. Keaktifan anak
pada sikius I sebesar 57,50%, sikius II sebesar 75,0%, terjadi peningkatan 18,50%..
Kemampuan guru dalam proses pembelajaran sudah baik, karna guru dapat meningkatkan
kualitas dan rnengatur waktu pembelajaran serta mengelola kelas lebih aktif, efektif dan
menyenangkan. Pada siklus I terjadi 2,33%, terjadi peningkatan pada siklus II 3,22%, di
bandingkan sebelum menggunakan metode demontrasi. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa puzzle dapat meningkatkan kernampuan kognitif anak usia dini. Hal
tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya kernampuan kognitif, inenciptakan kelas
yang aktif menarik dan rnenyenangkan. Maka puzzle ini juga dapat di gunakan untuk
pembelajaran pada materi yang lain yang dianggap sesuai.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK