<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137191">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP FASHION ANDROGINI DALAM AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM JOVI ADHIGUNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REIHAN CAHYA PAMELA RIESTA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fashion androgini saat ini masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia. Hal tersebut terjadi karena masyarakat di Indonesia masih menganut hak dan kewajiban seseorang yang diatur berdasarkan seks biologisnya. Sehingga membuat seorang pengguna fashion androgini kerap mengalami berbagai bentuk diskriminasi di lingkungan masyarakat karena dianggap menyimpang atau melanggar norma peran gender ideal. Jovi Adhiguna merupakan seorang selebgram Indonesia yang identik dengan penampilan androgininya. Karena penampilannya yang berbeda, Jovi pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan seperti mendapatkan panggilan seperti, banci, bencong, dan gay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak terhadap fashion androgini dengan akun Instagram @joviadhiguna menjadi objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Encoding-Decoding oleh Stuart Hall. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pengikut akun instagram @joviadhiguna yang berusia 18-24 tahun. Informan dalam penelitian ini memiliki latar belakang umur, pekerjaan, dan pengalaman yang berbeda-beda. Hasil yang ditemukan menunjukkan interpretasi 5 informan terhadap fashion androgini berdasarkan decoding khalayak menurut Hall yaitu, 1 informan berada di posisi dominan dimana informan memaknai fashion androgini sepenuhnya sesuai dengan yang diinginkan produsen pesan dan 1 informan lainnya berada di posisi negosiasi dimana informan memahami apa ditampilkan oleh media tetapi tidak seluruhnya dimaknai sama. Kemudian 3 informan lainnya berada di posisi oposisional dimana informan menolak pesan media karena berbeda dengan pengetahuan atau nilai yang dianutnya.&#13;
Kata kunci: Analisis Resepsi, Fashion Androgini, Instagram</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137191</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 08:03:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 10:31:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>