<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13715">
 <titleInfo>
  <title>STANDARISASI RESEP ABONRNSUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Manna Futia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buah Sukun (Artocarpus altilis) adalah jenis buah yang tidak berbiji dan memiliki daging empuk. Setelah dimasak, buah sukun menyerupai tekstur roti. Buah sukun kaya akan karbohidrat dan juga rendah kalori. Oleh karena itu, buah sukun dapat dijadikan olahan makanan diantaranya abon. Dari uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) resep standar abon sukun dan bagaimana daya terima konsumen terhadap abon sukun. Penelitian ini bertujuan untuk menstandarisasikan resep abon sukun, mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma tekstur dan rasa) pada abon sukun dan mengetahui daya terima konsumen terhadap abon sukun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah  metode eksperimen. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai yang diperoleh dari narasumber. Data-data dari uji penerimaan dianalisis menggunakan analisis varian (anava) satu jalur pada pembuatan abon. Apabila ada pengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dari uji penerimaan diperoleh warna (4,57), aroma (4,43), tekstur (4,13) dan rasa (4,57) pada abon sukun. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik organoleptik (warna, aroma tekstur dan rasa) abon sukun lebih disukai narasumber maupun panelis konsumen dibandingkan abon jantung pisang, karena abon sukun memiliki warna kuning kecoklatan, aroma yang harum, tekstur berserat dan rasa yang gurih.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Standarisasi Resep, Abon Sukun, Abon Jantung Pisang&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>13715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-04-28 14:41:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-04-29 11:43:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>