<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137107">
 <titleInfo>
  <title>UJI SUBSTRAT PERBANYAKAN TRICHODERMA HARZIANUM SECARA TUNGGAL DAN KOMBINASI TERHADAP DAYA SIMPANNYA SEBAGAI FORMULASI BIOPESTISIDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Alif Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penggunaan pestisida sintetik merupakan salah satu metode pengendalian yang umum dilakukan oleh petani sebagai upaya utama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Namun pada kenyataannya, upaya pengendalian dengan cara tersebut bukan merupakan alternatif yang terbaik, karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang aman dan ramah bagi lingkungan. Penggunaan agens hayati sebagai biopestisida dapat menjadi alternatif pengendalian yang aman bagi lingkungan. Salah satu agens hayati yang telah umum digunakan sebagai biopestisida adalah Trichoderma harzianum. Untuk mengoptimalkan penggunaannya sebagai biopestisida, T. harzianum harus diperbanyak pada substrat sebagai media perbanyakannya agar tersedia dalam jumlah yang banyak dan mudah didapatkan. Selain itu, T. harzianum yang diperbanyak pada substrat sebagai media perbanyakannya harus memiliki daya simpan yang lama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji substrat perbanyakan yang terbaik secara tunggal maupun kombinasi terhadap daya simpan T. harzianum sebagai biopestisida.&#13;
Isolat T. harzianum koleksi Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan diremajakan pada media PDA, kemudian diperbanyak pada substrat perbanyakan beras, jagung dan milet sesuai perlakuan. Selanjutnya, substrat perbanyakan yang telah ditumbuhi T. harzianum dikeringkan dengan metode kering oven, kemudian dihaluskan menggunakan blender dan dimasukkan dalam plastik ziplock untuk disimpan selama 60 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan 13 perlakuan dan 2 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 2 unit sehingga diperoleh total 52 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah konidia T. harzianum pada waktu pengamatan 60 hari setelah simpan (HSS), diameter koloni T. harzianum pada waktu pengamatan 20, 40 dan 60 HSS, dan jumlah koloni T. harzianum setelah 60 HSS.&#13;
Dari hasil pengamatan diketahui bahwa jumlah konidia T. harzianum tertinggi dijumpai pada substrat perbanyakan jagung 100% (118,55 x 103/ml) tidak berbeda nyata terhadap beras 100% (115,20 x 103/ml), milet 100% (109,57 x 103/ml) dan kombinasi beras:jagung 25:75% (113,77 x 103/ml). Namun keempat perlakuan tersebut menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap semua perlakuan lainnya. Hasil pengamatan diameter koloni T. harzianum menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata, namun terdapat kecenderungan perlakuan jagung 100% memperlihatkan pertumbuhan koloni tercepat dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selanjutnya, hasil pengamatan jumlah koloni T. harzianum memperlihatkan hasil yang berpengaruh nyata. Jumlah koloni tertinggi pada setiap waktu pengamatan 20, 40 dan 60 HSS dijumpai pada perlakuan jagung 100% berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Walaupun perlakuan jagung 100% memperlihatkan jumlah konidia dan jumlah koloni tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, namun perlakuan tersebut belum mampu untuk mempertahankan viabilitas T. harzianum dalam waktu penyimpanan yang lebih lama. Hal ini diketahui berdasarkan penurunan jumlah koloni yang signifikan antar waktu pengamatan 20, 40 dan 60 HSS.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah substrat perbanyakan T. harzianum secara tunggal dan kombinasi tidak berpengaruh terhadap daya simpannya sebagai formulasi biopestida.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137107</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 20:40:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 09:29:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>