<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137101">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KERAPATAN KONIDIA CENDAWAN METARHIZIUM ANISOPLIAE TERHADAP MORTALITAS LARVA SPODOPTERA FRUGIPERDA (LEPIDOPTERA:</title>
  <subTitle>NOCTUIDAE) DI LABORATORIUM</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hera sahfitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FakultasPertanian	Proteksi Tanaman (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Cendawan Metarhizium anisopliae merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang diketahui bersifat toksik pada berbagai tingkat perkembangan serangga mulai dari telur, larva, pupa dan imago dari Ordo Lepidoptera, Hemiptera, Homoptera, dan Coleoptera. Cendawan M. anisopliae telah digunakan untuk mengendalikan larva Spodoptera litura. Dalam penelitian ini,  diuji kemampuan cendawan M. anisopliae untuk mengendalikan Spodoptera frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan konidia cendawan M. anisopliae terhadap mortalitas larva S. frugiperda di laboratorium.&#13;
Larva S. frugiperda diperoleh dari lahan jagung warga Desa Sibreh Keumudee, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, sedangkan isolat cendawan M. anisopliae diperoleh dari Balai Besar Organisme Pengganggu Tumbuhan (BPPOPT) Jati Sari, Jawa Barat dalam bentuk biakan murni. Perbanyakan dan penghitungan kerapatan konidia cendawan M. anisopliae dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Sedangkan aplikasi cendawan M. anisopliae pada S. frugiperda dilakukan di Laboratorium Pengendalian Hayati Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga perlakuan kerapatan konidia M. anisopliae (102, 103, dan 105) dan enam ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 10 larva uji instar tiga, sehingga diperoleh 180 unit percobaan. Suspensi konidia cendawan M. anisopliae dengan kerapatan konidia sesuai perlakuan disemprotkan pada larva S. frugiperda instar tiga menggunakan handspayer. Peubah yang diamati meliputi masa inkubasi (hari) dan perilaku larva, waktu kematian (hari), dan mortalitas larva S. frugiperda.&#13;
Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa kerapatan konidia cendawan M. anisopliae tidak mempengaruhi masa inkubasi. Masa inkubasi cendawan M. anisopliae pada larva S. frugiperda berkisar antara 1 sampai 1,5 hari. Inokulasi cendawan M. anisopliae mempengaruhi perilaku larva S. frugiperda yang terlihat dari gerakan larva yang melambat, tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, kemudian tubuh larva menjadi menciut, berubah warna menjadi hitam dan tubuh menjadi hancur. Selain gejala serangan M. anisopliae pada larva S. frugiperda juga dapat dikenali dengan adanya tanda berupa munculnya miselia bewarna putih hingga kuning kehijauan pada larva S. frugiperda. Kerapatan konidia cendawan M. anisopliae berpengaruh sangat nyata terhadap waktu kematian larva S. frugiperda. Waktu kematian tercepat (1, 60 hari) terlihat pada perlakuan kerapatan konidia 105 konidia/ml. Perlakuan kerapatan konidia 103 dan 102 konidia/ ml dengan waktu kematian berturut-turut 2, 90 dan 3, 57 hari. Kerapatan konidia cendawan M. anisopliae juga berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva S. frugiperda. Mortalitas larva tertinggi terlihat pada perlakuan kerapatan konidia 105 konidia/ ml  yaitu sebesar 95%. Mortalitas pada perlakuan kerapatan konidia 103  dan 102 konidia/ ml sebesar 85% dan 78,3%.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kerapatan konidia M. anisopliae yang diaplikasikan pada larva S. frugiperda berpengaruh pada tingkat mortalitasnya. Semakin tinggi kerapatan konidia cendawan M. anisopliae, maka semakin tinggi mortalitas larva S. frugiperda.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137101</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 20:33:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 09:42:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>