<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137089">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN PERSENTASE KARBON DAN KEMASAMAN TANAH AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BIOCHAR+KOMPOS ( BIOKOM) DAN LAMANYA INKUBASI PADA INCEPTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JUMITA NAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Inceptisol merupakan salah satu jenis tanah masam yang banyak di Indonesia yang penyebarannya cukup luas yaitu sekitar 70,5 juta Ha (37,5%) dimana 5,2 juta Ha (7,4%) diantaranya bersifat masam dan tersebar didaerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya.&#13;
Biochar adalah bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomassa pertanian) melalui pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas. Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik baik dari limbah pertanian maupun sampah yang bersifat organik. Semua bagian dari limbah pertanian dapat diolah menjadi kompos baik dari daunnya, maupun kulit buah.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sektor Timur, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Studi lapangan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis biochar+kompos (biokom) dan lamanya inkubasi, jenis biokom yang digunakan adalah berupa biochar kelapa muda+kompos, biochar sekam padi+kompos, dan biochar ampas tebu+kompos dengan masa inkubasi pada 0 hari, 10 hari, dan 25 hari, masing masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali.&#13;
Hasil penelitian setelah diuji menunjukkan bahwa Pemberian biochar+kompos (biokom) pada tanah Inceptisol tidak berpengaruh nyata terhadap C-Organik tanah.Pemberian biochar+kompos (biokom) secara tunggal berpengaruh nyata terhadap pH tanah Inceptisol.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 19:39:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 09:26:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>