<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137083">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK, BIOCHAR, DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERUBAHAN SIFAT KIMIA INCEPTISOL, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH ( ALLIUM ASCALONICUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI SARI BR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Inceptisol adalah jenis tanah yang mempunyai produktivitas alami yang beragam karena tidak memiliki sifat fisik  dan  kimia  tanah  yang  khas  (Muyassir  et  al.,  2012).  Oleh karena  itu pemanfaatan Inceptisol untuk masa akan datang perlu ditingkatkan secara maksimal. Inceptisol merupakan jenis tanah yang baru dapat dikatakan mulai berkembang yang  ditunjukkan dengan tingkat kesuburan  tanah yang rendah akibat ketersedian bahan organik yang sedikit yaitu sekitar 3%.Namun dapat ditingkatkan menggunakan upaya yang tepat salah satunya dengan penambahan kombinasi pupuk organik, Biochar dan pupuk hayati. Bahan Organik adalah Pupuk organik merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik baik tumbuhan kering (humus) maupun limbah dari kotoran ternak yang diurai (dirombak) oleh mikroba hingga dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Biochar adalah bahan yang kaya karbon yang diperoleh dengan pirolisis biomassa dan diketahui mempunyai berbagai dampak positif ketika digunakan sebagai pembenah tanah yang kurang subur, seperti peningkatan ketersediaan nutrisi, memperbaiki sifat fisika dan biokimia tanah serta siklus biogeokimia dan pada akhirnya meningkatkan produksi tanaman (Sohi et al. 2010). Eco Farming adalah pupuk berbahan organik super aktif yang sudah mengandung unsur hara lengkap sesuai kebutuhan tanaman serta dilengkapi dengan bakteri positif yang dapat menjadi biokatalisator. Dengan adanya pemberian kombinasi pupuk dapat meningkatkan kesuburan tanah , juga dapat meningkatkan produksi tanaman bawang merah dan produktivitas lahan. Sehingga perlu dilakukan percobaan bahan organik dengan tujuan untuk: Mengetahui pengaruh dari kombinasi pemberian pupuk organik, biochar, dan pupuk hayati terhadap perubahan sifat kimia tanah Inceptisol,  pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (allium ascalonicum L.) &#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2023, mulai dari penyiapan lokasi sampai analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok ( RAK ) non factorial, dengan 7 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Adapun perlakuannya yaitu P0, P1 Pupuk organik + Biochar  + pupuk hayati, P2 Pupuk organik  + biochar + pupuk hayati , P3 Pupuk organik  + biochar + pupuk hayati , P4 Pupuk organik  + biochar + pupuk hayati , P5 Pupuk organik + biochar , P6 Pupuk organik + biochar.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk organik, biochar dan pupuk hayati tidak berbeda nyata terhadap sifat kimia tanah tersebut kecuali K-dd tanah. Pemberian kombinasi pupuk organik, biochar dan pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap sifat kimia K-dd tanah. Pemberian kombinasi pupuk organik, biochar dan pupuk hayati ( Eco Farming ) tidak berbeda nyata terhadap jumlah umbi dan bobot kering dan basah pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC FERTILIZERS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>631.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137083</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 19:32:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 15:39:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>