<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137051">
 <titleInfo>
  <title>INTERVENSI PERSALINAN MODEL SYARIAH TERHADAP KECEMASAN, EPINEFRIN DAN DURASI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN PEMERINTAH ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lilis Suryani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pascasarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persalinan adalah pengalaman yang menyakitkan dan paling berat dialami wanita sepanjang hidupnya. Peristiwa ini dapat menimbulkan kecemasan dengan prevalensi 18,2% pada trimester 1, 19,1% pada trimester 2, dan meningkat menjadi 24,6% pada trimester 3.  Pada situasi stres, terjadi pelepasan epinefrin mengakibatkan terjadinya vasokonstriksi sistemik, kontraksi otot menjadi lemah, sehingga durasi persalinan menjadi lama. Persalinan model syariah adalah pendekatan nonfarmalogik yang sesuai dengan kearifan local dan memerlukan penilaian kecemasan yang tepat. Skala kecemasan wajah atau Faces Anxiety Scale (FAS) perlu diuji coba, karena lebih mudah dinilai dibandingkan kuesioner tertulis.  Tujuan utama dari penelitian ini mengetahui kecemasan dan kadar epinefrin wanita bersalin dan pengaruhnya terhadap durasi persalinan pada Persalinan Model Syariah (PMS) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Pemerintah Aceh.  Penelitian  kualitatif dan kuantitatif dengan 3 tahapan penelitian. Penelitian pertama adalah penelitian kuantitatif, bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 36–40 minggu yang diambil secara purposive sampling sebanyak 31 orang, menggunakan kuesioner dan skala FAS. Hasil menunjukkan rata-rata responden mengalami cemas sedang (3,16 + 0,969). Berdasarkan gravida, primigravida mengalami cemas sedang, multigravida cemas berat dan grandemultigravida cemas ringan. Aspek yang dicemaskan hampir sama dengan studi sebelumnya tapi ada perbedaan karena factor budaya dan kebijakan peraturan rumah sakit. Penelitian kedua adalah penelitian kualitatif dengan desain phenomenology dengan informan bidan ruang bersalin dan petugas Instalasi Pelayanan Islami. Informan dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi sebanyak 7 orang, menggunakan tehnik wawancara mendalam dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa PMS sudah diterapkan, namun ditemukan hambatan dan kekurangan seperti belum adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) alur penerimaan pasien baru, kesulitan dalam mewujudkan hak pasien memilih petugas medis perempuan, tidak semua pasien dipakaikan pakaian persalinan Syariah, desain poster doa dan zikir belum baik, buku pedoman belum tersosialisasi dengan baik dan desain ruangan bersalin yang belum sepenuhnya menjaga privasi. Penelitian ketiga adalah penelitian kuantitatif eksperimental, menggunakan desain Quasi Experimental Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design dengan sampel 31 orang ibu bersalin yang diambil secara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Responden dibagi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen (PMS) dan kelompok kontrol (persalinan konvensional).  Proses pengumpulan data dengan kuesioner, pemeriksaan kadar epinefrin, penilaian kecemasan dengan skala FAS dan penilaian durasi persalinan. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan kecemasan baik sebelum dan sesudah intervensi (P0.05) dan setelah intervensi (P&gt;0.05). Durasi persalinan pada PMS lebih pendek daripada dan persalinan konvensional (PK) sehingga ada beda durasi persalinan kedua kelompok tersebut (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137051</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:41:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 09:02:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>