PENGARUH EL-NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH EL-NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Muhammad Haikal - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yopi Ilhamsyah - 198104062005011002 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Nanda - 199206092022071101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

EL-Nino Southern Oscillation (ENSO) berkaitan dengan anomali iklim di Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan klimatologi, variabilitas curah hujan dan korelasi antara ENSO dengan anomali curah hujan bulanan Kabupaten Aceh Tengah berdasarkan distribusi spasial dan temporalnya. penelitian ini dilakukan menggunakan data dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) dan data Nino Index dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Terdapat tiga metode yang digunakan, diantaranya metode rata-rata sederhana, Empricial Orthogonal Function (EOF) dan uji statistik menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Tengah memiliki pola curah hujan ekuatorial. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November. Curah hujan tertinggi kedua terjadi pada bulan Maret. Curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli dan curah hujan terendah kedua terjadi pada bulan Februari. Keragaman curah hujan Kabupaten Aceh Tengah sangat dipengaruhi oleh faktor topografi dan angin musiman. Fenomena global ENSO juga turut mempengaruhi keragaman curah hujan tersebut. Analisis EOF terhadap data curah hujan CHIRPS menggunakan tiga mode, EOF 1, EOF 2 dan EOF 3. Mode EOF pada bulan Juli, September dan November berhasil menjelaskan varian anomaly curah hujan dengan nilai persentase diatas 50%. Anomali curah hujan Kabupaten Aceh Tengah memiliki nilai korelasi yang rendah terhadap indeks ENSO. Fenomena ENSO lebih berdampak di daerah Indonesia bagian tengah dan timur. Hasil korelasi berdasarkan Uji-T menunjukkan rata-rata korelasi antara variabilitas curah hujan dengan ENSO adalah sangat lemah. Korelasi tertinggi terjadi pada bulan April dengan kategori lemah.

EL-Nino Southern Oscillation (ENSO) is associated with climate anomalies in Indonesia, including Riau Province. The purpose of this study was to obtain climatology, rainfall variability and correlation between ENSO and monthly rainfall anomalies in Central Aceh Regency based on its spatial and temporal distribution. This research was conducted using data from the Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) and Nino Index data from the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). There are three methods used, including the simple average method, Empricial Orthogonal Function (EOF) and statistical tests using the T-test. The results showed that Central Aceh District has an equatorial rainfall pattern. The highest rainfall occurs in November. The second highest rainfall occurs in March. The lowest rainfall occurs in July and the second lowest rainfall occurs in February. The variability of rainfall in Central Aceh Regency is strongly influenced by topographic factors and seasonal winds. The global ENSO phenomenon also affects the diversity of rainfall. EOF analysis of CHIRPS rainfall data uses three modes, EOF 1, EOF 2 and EOF 3. EOF modes in July, September and November successfully explain the variance of rainfall anomalies with percentage values above 50%. Central Aceh District rainfall anomalies have a low correlation value with the ENSO index. ENSO phenomena have more impact in the central and eastern parts of Indonesia. The correlation results based on the T-test show that the average correlation between rainfall variability and ENSO is very weak. The highest correlation occurred in April with a weak category.

Citation



    SERVICES DESK