<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137033">
 <titleInfo>
  <title>DURASI DAN INTENSITAS DARI GUIDED WAVE DI ZONA SUBDUKSI RYUKYU TAIWAN PADA AGUSTUS 2018-MARET 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vivi Aprilia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan / Prodi Ilmu Kelautan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Taiwan terletak di perbatasan lempeng aktif antara Lempeng Laut Filipina (PSP) dan Lempeng Eurasia (EP). Di Taiwan selatan, EP berada di bawah psp, sementara di bagian utara, kondisinya sebaliknya: PSP berada di bawah EP. Kedua lokasi ini rentan terhadap gempa subduksi yang dapat menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa. Sebagai bagian dari upaya Pengurangan Risiko Bencana, Academia Sinica telah memasang stasiun seismik yang sangat padat di Taiwan utara, ynag dikenal sebagai Formosa Array atau FM Array. Sebagian besar gempa subduksi terjadi pada kedalaman dangkal antara 10 hingga 35 km di sepanjang batas antara lempeng. Di sisi lain, gempa bumi dalam sering diabaikan. Namun, gempa bumi dalam memiliki potensi besar unutk menyebabkan kerusakan signifikan karena fenomena guided wave, yang dipengaruhi oleh keberadaan kerak samudera. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat durasi dan intensitas dari fenomena guided wave dan efeknya ke zona subduksi, memetakan wilayah dengan durasi getaran yang merusak pada lokasi serta menentukan sifat lempeng laut yang mempengaruhi durasi intensitas getaran. Stasiun yang mengidentifikasi peristiwa dengan sinyal yang tersebar kemudian dianalisis untuk memahami karakteristik spektralnya. Teknik analisis spektral jendela bergerak digunakan untuk memperoleh rasio sinyal frekuensi tinggi terhadap frekuensi rendah. Hal ini dilakukan dengan menghitung spektrum pada setiap seismogram mengggunakan jendela waktu selama 5s dan menggesernya setiap 4s setelah gelombang P tiba. Amplitudo spektrum yang dominan terjadi pada frekuensi 3 Hz, dilanjutkan memfilter sinyal asli dengan high- pass pada 3 Hz (sinyal hp) dan low-pass pada 2 Hz (sinyal lp). Rasio Hp/Lp ˃1 digunakan untuk menghitung durasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun- stasiun yang memantau sinyal dispersi akibat efek guided wave terletak dekat dengan palung subduksi dan di atas antarmuka lempeng dengan kedalaman antara 10 hingga 20 km. Durasi terpanjang sinyal frekuensi tinggi mencapai 60s. Dari semua stasiun yang tersebar menunjukkan dominasi frekuensi tinggi, yang berpengaruh terhadap bangunan bertingkat rendah. Fenomena dispersi ini memengaruhi bagaimana gelombang seismik merambat dan berkontribusi pada variasi intensitas guncangan tanah selama gempa bumi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa efek gelombang terpandu dapat menghasilkan sinyal frekuensi tinggi yang dominan dengan durasi antara 40 hingga 60s. &#13;
Kata Kunci: Frekuensi, Sinyal, High-pass, Low-pass, Durasi, Gelombang badan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137033</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:21:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-09 09:10:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>