<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137017">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN VEGETASI PADA REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATUBARA DI ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dzar Al Ghifari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Lahan bekas tambang batubara biasanya memiliki tingkat kepadatan yang tinggi dan kurang subur dikarenakan adanya bahan-bahan timbunan yang berasal dari lapisan bawah tanah, baik horizon C maupun bahan induk tanah. Dampak negatif dari kegiatan pertambangan terhadap lingkungan perlu dikendalikan untuk mencegah kerusakan agar tidak melebihi dari batas kewajaran dengan cara melakukan revegetasi. Kegiatan revegetasi diawali dengan analisa karakteristik dan kualitas lahan pada area reklamasi, penanaman tanaman penutup tanah, penanaman tanaman cepat tumbuh, penanaman tanaman lokal dan kegiatan pemeliharaan revegetasi. Untuk upaya hasil monitoring dan hasil kegiatan revegetasi maka dilakukanlah kegiatan analisis vegetasi. Kegiatan analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui status keberhasilan terlaksananya reklamasi yang sudah dilakukan oleh pengelola tambang. &#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode systematic sampling. Hasil analisis data terdapat 23 jenis spesies dari 568 individu yang di temukan pada area penelitian ini. Berdasarkan perhitungan maka diperoleh hasil pada tingkatan semai sebesar 2,23 dengan kategori keanekaragaman tingkat sedang, nilai indek keanekaragaman pada tingkatan pancang sebesar 1,57 dengan kategori keanekaragaman tingkat sedang, sedangkan nilai indek keanekaragaman pada tingkatan tiang sebesar 1,05 dengan kategori keanekaragaman tingkat sedang, dan nilai indek keanekaragaman pada tingkatan pohon sebesar 0,68 dengan kategori keanekaragaman tingkat rendah. Berdasarkan perhitungan maka diperoleh nilai pada tingkatan semai ialah 0,71 dengan ketentuan nilai indek kemerataan jenis tergolong tinggi. Nilai indek keanekaragaman pada tingkatan pancang memiliki nilai 0,50, dengan katentuan nilai indek kemerataan jenis tergolong sedang. Nilai indek keanekaragaman pada tingkatan tiang memiliki nilai 0,33, dengan ketentuan nilai indek kemerataan jenis tergolong sedang. Nilai indek keanekaragaman pada tingkatan pancang memiliki nilai 0,22, dengan katentuan nilai indek kemerataan jenis tergolong rendah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:11:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:13:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>