ASIMILASI BUDAYA DALAM PENGGUNAAN BAHASA KHEK PADA ETNIS TIONGHOA (STUDI PADA GENERASI Z) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ASIMILASI BUDAYA DALAM PENGGUNAAN BAHASA KHEK PADA ETNIS TIONGHOA (STUDI PADA GENERASI Z)


Pengarang

Putri Susanty - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakirah Azman - 198801122016072101 - Dosen Pembimbing I
Nur Anisah - 197801192009122003 - Penguji
Uswatun Nisa - 199107202022032012 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010125

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan semakin kurangnya penggunaan bahasa
Khek pada generasi Z etnis Tionghoa di Kota Banda Aceh. Salah satu bahasa yang
sangat berperan penting dalam kebudayaan Tionghoa disebut dengan Bahasa Khek yang
merupakan satu dari tujuh bahasa utama yang digunakan oleh masyarakat China di
Indonesia. Asimilasi budaya terjadi dalam kehidupan dan adanya perubahan budaya
tidak selamanya diartikan sebagai kemajuan masyarakat, akan tetapi bisa juga sebagai
kemunduran masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab
terjadinya asimilasi budaya pada generasi Z etnis Tionghoa di Banda Aceh. Landasan
konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep Asimilasi budaya. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui
wawancara mendalam yang dilakukan lebih dari sekali kepada 6 narasumber dari
generasi Z dan 1 orang tua etnis Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
asimilasi budaya yang terjadi dalam penggunaan bahasa Khek dikarenakan beberapa
faktor yang menyebabkan terjadinya Asimilasi Budaya dalam Penggunaan Bahasa Khek
Pada Generasi Z Etnis Tionghoa di Banda Aceh antara lain adalah seperti pemikiran
yang melihat bahwa bahasa Khek tidak lagi penting, tidak adanya peran orang tua dalam
mengajarkan bahasa Khek sebagai bahasa ibu, berkurangnya minat generasi Z belajar
bahasa Khek, tidak percaya diri ketika berbicara menggunakan bahasa Khek. pengaruh
lingkungan sosial yang memang sudah menjadi kebiasaan berinteraksi atau berbicara
menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya dan perkembangan teknologi yang
kian masif. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan adanya komunitas atau
yang Yayasan Hakka Aceh. Dalam Yayasan Hakka ini mereka dapat berkumpul dan
melakukan kegiatan-kegiatan positif sekaligus dapat berkomunikasi menggunakan
bahasa Khek dan saling belajar bahasa Khek.
Kata Kunci: Asimilasi Budaya, Etnis Tionghoa, Bahasa Khek, Generasi Z, Banda Aceh



ABSTRACT This research is motivated by the situation of the increasingly less use of Khek language in the Z generation of ethnic Chinese in Banda Aceh City. One of the languages that plays a very important role in Chinese culture is called Khek which is one of the seven main languages spoken by the Chinese community in Indonesia. Cultural assimilation occurs in life and cultural change is not always interpreted as the progress of society, but it can also be the decline of society. The purpose of this study is to determine the causes of cultural assimilation in the Z generation of ethnic Chinese in Banda Aceh. The conceptual foundation used in this research is the concept of cultural assimilation. This research uses a descriptive qualitative approach with data obtained through indepth interviews conducted more than once to 6 resource persons from generation Z and 1 ethnic Chinese parent. The results showed that cultural assimilation that occurs in the use of Khek language is due to several factors that cause Cultural Assimilation in the Use of Khek Language in Generation Z Ethnic Chinese in Banda Aceh, among others, such as thoughts that see that Khek language is no longer important, the absence of the role of parents in teaching Khek language as a mother tongue, the reduced interest of generation Z in learning Khek language, not confident when speaking in Khek language. the influence of the social environment that has become a habit of interacting or speaking using Indonesian or other languages and the increasingly massive technological developments. One of the efforts that have been made is the existence of a community or the Aceh Hakka Foundation. In this Hakka Foundation they can gather and carry out positive activities as well as communicate using Khek and learn Khek language from each other. Keywords: Cultural Assimilation, Ethnic Chinese, Khek Language, Generation Z, Banda Aceh

Citation



    SERVICES DESK