<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137005">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EL NIÑO-SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibnil Hafizhi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis pengaruh El-Nino Southern Oscillation (ENSO) terhadap variabilitas curah hujan di Kabupaten Aceh Singkil. ENSO, yang terdiri dari fase ElNino (kering), netral, dan La-Nina (basah), dikenal mempengaruhi pola curah hujan di berbagai wilayah. Data curah hujan dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS) periode 1980-2010 digunakan bersama dengan data Oceanic Nino Index (ONI) untuk menganalisis korelasi antara ENSO dan curah hujan. Metode yang digunakan meliputi analisis rata-rata curah hujan bulanan, variabilitas curah hujan dengan metode Empirical Orthogonal Function (EOF), dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Aceh Singkil mengalami dua puncak utama pada bulan November (405 mm/bulan) dan Maret (350 mm/bulan). Meskipun terdapat korelasi antara ENSO dan variabilitas curah hujan, korelasi tersebut ditemukan rendah, dengan nilai tertinggi pada bulan Januari (R = 0.304) dan terendah pada bulan Maret (R = 0.070). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ENSO memiliki pengaruh terhadap variabilitas curah hujan di Aceh Singkil, namun pengaruhnya tidak signifikan. Hasil ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak ENSO terhadap curah hujan di wilayah ini, yang dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi dampak perubahan iklim. &#13;
 &#13;
Kata kunci: ENSO, curah hujan, variabilitas, ONI, EOF&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137005</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 14:59:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:44:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>