<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136993">
 <titleInfo>
  <title>POLA BAKTERI DARI SPUTUM PASIEN PENGGUNA ENDOTRACHEAL TUBE (ETT) DAN RESISTENSINYA TERHADAP ANTIBIOTIK CEFOTAXIME, CEFTAZIDIME, DAN CEFTRIAXONE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farah Diana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan alat invasif seperti Endotracheal tube (ETT) dapat menyebabkan infeksi tambahan pada saluran pernapasan apabila dalam perawatan alat tersebut tidak dilakukan dengan baik. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur dapat ditangani dengan konsumsi antibiotik yang sesuai. Apabila penggunaan antibiotik tidak sesuai maka akan meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Antibiotik jenis Cefotaxime, Ceftazidime, dan Ceftriaxone telah mengalami peningkatan resistensi terhadap bakteri Gram negatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2022 - Mei 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Zainoel Abidin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola bakteri dan resistensinya terhadap antibiotik Cefotaxime, Ceftazidime, dan Ceftriaxone. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif yang meliputi uji makroskopis dan mikroskopis, dan uji resistensi antibiotik.  Parameter penelitian ini antara lain, jenis dari sputum pasien pengguna ETT, jenis kelamin, usia, ruang rawat, dan resistensi antibiotik. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif yang akan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menujukan pola bakteri yang paling banyak ditemukan yaitu pada kelompok Gram negatif (75,96%)  dan Gram positif (24,04%) dengan 39 jenis bakteri dan total keseluruhan spesimen sebanyak 520. Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan yaitu Acinetobacter baumannii (25,58%). Distribusi bakteri berdasarkan jenis kelamin paling banyak ditemukan pada laki-laki (67%). Distribusi bakteri berdasarkan usia ditemukan paling banyak pada pasien dengan usia &gt;55 tahun (18,5%). Distribusi bakteri berdasarkan ruang rawat ditemukan paling banyak pada unit ICU (47,50%). Hasil uji resistensi yang paling tinggi ditemukan pada jenis Cefotaxime (38,7%), Ceftriaxone (33,5%), dan Ceftazidime (27,8%).  &#13;
&#13;
Kata kunci: Endotracheal tube (ETT), sputum, resistensi antibiotik, Cefotaxime, Ceftazidime, Ceftriaxone.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136993</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 14:39:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:05:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>