TOLERANSI BERAGAMA PADA MASYARAKAT GAMPONG MULIA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TOLERANSI BERAGAMA PADA MASYARAKAT GAMPONG MULIA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

M. NURFITRIANSYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Penguji
Dara Fatia, M.Sos - 199510312022032008 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

322.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki masyarakat yang tinggal dengan dua keyakinan yang berbeda adalah Gampong Mulia di Kota Banda Aceh, yaitu dengan keberagaman agama dan etnis yang hidup harmonis. Gampong Mulia menunjukkan tingkat toleransi beragama yang tinggi, didukung oleh kepemimpinan yang mendorong pluralisme dan nilai-nilai kebersamaan. Meskipun toleransi tetap terjaga, namun tantangannya tetap ada, sehingga perlu dipahami dinamika toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan toleransi beragama tercermin dalam pola interaksi simbolik, faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam mengadopsi dan mempraktikkan toleransi beragama, serta menjelaskan peran norma sosial, lembaga-lembaga, dan kekuasaan dalam membentuk dan mempertahankan toleransi beragama di Gampong Mulia. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan membaca seluruh data, menyajikan dan membuat laporan kualitatif, melakukan triangulasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menemukan bahwa toleransi beragama di Gampong Mulia tercermin melalui penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, komunikasi terbuka antar pemeluk agama, dan kerja sama lintas agama yang didukung oleh pendidikan dan peningkatan kesadaran. Faktor-faktor seperti sejarah budaya yang harmonis, peran tokoh agama, dan dukungan pemerintah lokal memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang toleran. Norma sosial, institusi, dan kekuasaan berperan dalam membentuk serta mempertahankan toleransi beragama, yang dipahami melalui teori interaksionalisme simbolik. Pemahaman dan pendidikan tentang pentingnya toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga kerukunan di masyarakat.
Kata Kunci : Interaksi Simbolik, Norma Sosial, Toleransi Beragama

One of the areas in Indonesia that has a community living with two different beliefs is Gampong Mulia in Banda Aceh City, namely with religious and ethnic diversity that lives harmoniously. Gampong Mulia shows a high level of religious tolerance, supported by leadership that encourages pluralism and values of togetherness. Although tolerance is maintained, challenges remain, so it is necessary to understand the dynamics of religious tolerance in the daily lives of the community. This study aims to determine and explain religious tolerance reflected in symbolic interaction patterns, factors that influence society in adopting and practicing religious tolerance, and explain the role of social norms, institutions, and power in forming and maintaining religious tolerance in Gampong Mulia. The study was conducted using a qualitative descriptive method, data collection methods were carried out using in-depth interview techniques and documentation. Data analysis techniques were carried out by reading all data, presenting and making qualitative reports, conducting triangulation, and interpreting data. The results of the study found that religious tolerance in Gampong Mulia was reflected through respect for differences in beliefs, open communication between religious adherents, and interfaith cooperation supported by education and awareness raising. Factors such as harmonious cultural history, the role of religious figures, and local government support play an important role in creating a tolerant environment. Social norms, institutions, and power play a role in shaping and maintaining religious tolerance, which is understood through symbolic interactionism theory. Understanding and educating about the importance of tolerance are key to maintaining harmony in society. Keywords: Symbolic Interaction, Social Norms, Religious Tolerance

Citation



    SERVICES DESK