<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136981">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN METODE NDVI DAN SAVI UNTUK ANALISIS KERAPATAN VEGETASI DI KECAMATAN KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARIS ABQARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vegetasi adalah sekumpulan spesies tanaman yang hidup bersamaan di suatu area dan memiliki peranan yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini tercapai melalui pengaturan kadar karbondioksida dan oksigen, pengelolaan sifat tanah, serta pencegahan erosi. Kerapatan vegetasi memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan menekan erosi tanah dan menyaring polusi udara serta air. Semakin rapat vegetasi, semakin baik kondisi lingkungan untuk dihuni. Pertumbuhan urban yang pesat di Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, diperkirakan akan mengancam keberadaan vegetasi, mengingat pembangunan infrastruktur yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir sangat masif. Memahami kerapatan vegetasi sangat penting untuk pengelolaan lahan dan pemantauan lingkungan, yang dapat dilakukan melalui teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit Landsat serta analisis kerapatan vegetasi menggunakan teknik NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kerapatan vegetasi di Kecamatan Kota Jantho dari tahun 2013 hingga 2023 dan membandingkan efektivitas metode NDVI dan SAVI dalam pemetaan kerapatan vegetasi di daerah tersebut. Data kerapatan vegetasi akan dikumpulkan di lapangan melalui metode random sampling, dengan lokasi penelitian yang terletak di Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Jenis klasifikasi kerapatan vegetasi dalam penelitian ini ada 4 yaitu non-vegetasi, jarang, sedang, dan rapat.  Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terjadi perubahan pada kerapatan vegetasi di Kecamatan Kota Jantho selama tahun 2013 sampai tahun 2023 yaitu terjadinya peningkatan kerapatan yang ditunjukkan dari hasil interpretasi citra dengan metode NDVI (Normallized Difference Vegetation Index), terjadi perubahan dalam luas dan persentase setiap jenis klasifikasi kerapatan vegetasi di Kecamatan Kota Jantho menggunakan metode NDVI antara tahun 2013 dan 2023. Pada tahun 2013, luas non-vegetasi adalah 3.126 Ha (5,27%) dari total wilayah, sedangkan pada tahun 2023, luasnya menurun menjadi 2.641 Ha (4,45%). Vegetasi jarang pada tahun 2013 mencakup 14.180 Ha (23,90%) dan menurun menjadi 14.037 Ha (23,67%) pada tahun 2023. Vegetasi sedang mengalami penurunan dari 22.908 Ha (38,62%) pada tahun 2013 menjadi 21.632 Ha (36,48%) pada tahun 2023. Sementara itu, vegetasi rapat mengalami peningkatan dari 17.209 Ha (29,03%) pada tahun 2013 menjadi 20.992 Ha (35,40%) pada tahun 2023. Pada metode SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index), Pada tahun 2013, variasi non-vegetasi di Kecamatan Kota Jantho mencakup 2.930 Ha (4,94%). Pada tahun 2023, luasnya menurun menjadi 2.643 Ha (4,46%). Variasi jarang meningkat dari 13.510 Ha (22,78%) pada tahun 2013 menjadi 13.846 Ha (23,35%) pada tahun 2023. Variasi sedang berkurang dari 22.704 Ha (38,30%) pada tahun 2013 menjadi 21.354 Ha (36,00%) pada tahun 2023. Variasi rapat meningkat dari 18.280 Ha (30,98%) pada tahun 2013 menjadi 21.821 Ha (36,19%) pada tahun 2023. Perbandingan metode antara NDVI (Normallized Difference Vegetation Index) dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) diperoleh bahwa metode SAVI lebih unggul dibandingkan dengan metode NDVI. Hal tersebut dibuktikan oleh tingginya nilai akurasi matriks konfusi pada metode SAVI sebesar 82,5% sedangkan nilai akurasi matriks konfusi metode NDVI yaitu sebesar 72,5%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136981</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 14:12:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 15:22:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>