PERBANDINGAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TAHAN GEMPA ANTARA MENGGUNAKAN SBI (SEISMIC BEARING ISOLATOR) DAN TANPA SBI (KONVENSIONAL) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG UNSYIAH-TAIWAN ICT CENTER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TAHAN GEMPA ANTARA MENGGUNAKAN SBI (SEISMIC BEARING ISOLATOR) DAN TANPA SBI (KONVENSIONAL) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG UNSYIAH-TAIWAN ICT CENTER


Pengarang

Haekal Zeahsa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

690

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu metode konstruksi gedung tahan gempa adalah dengan
menggunakan SBI (Seismic Bearing Isolator). Besarnya biaya yang dikeluarkan
untuk penggunaan sistem ini lcbih besar dari gedung konvensional.
Permasalahannya adalah mengetahui besarnya beda perbandingan biaya antara
kedua metode. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya pelaksanaan
pada konstruksi gedung tahan gempa antara gedung yang menggunakan SBI dan
tanpa menggunakan SBI (konvensional) pada gedung UNSYIAH - Taiwan ICT
Center. Ruang lingkup terbatas pada pekerjaan yang membedakan dari kedua
metode seperti pemasangan alat SBI, dimulai dari pekerjaan pilecap, sloof,
pemasangan alat SBI (jenis EQS), capbeam, balok elevasi +1,15 m dan plat lantai.
Untuk mendapatkan volume pekcrjaan pada konstruksi gedung tanpa SBI, struktur
gedung aka n dianalisa dengan program SAP 2000. Perhitungan volume pada
pekerjaan dengan metode SBI dilakukan berdasarka n gambar bestek. Selanjutnya
dilakukan perhitungan biaya upah pekerja dan bahan untuk masing-masing
metode tersebut yang hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari hasil analisa
program SAP 2000 terhadap konstruksi gedung konvensional, konstruksi gedung
aman terhadap gempa rencana untuk setiap frame dan joint walaupun tanpa
menggunakan SBI. Hasil perhitungan biaya pekerjaan konstruksi gedung dcngan
metode SBI adalah sebesar Rp 3.236.265.628,-, sedangkan untuk pekerjaan
konstruksi gedung mctodc konvcnsional didapatkan total biaya scbesar Rp
253.941.375.-. Se\isih biaya pckcrjaan antara mctode SB! dan konvcnsional
sebesar Rp. 2.982.324.252,-. Sclisih biaya pckcrjaan terjadi karena penambahan
komponen struktur untuk mcnunjang pekerjaan SB! meliputi adanya pekcrjaan
capsbeam, balok elevasi +1,15 m, pekerjaan SBI dan plat lantai elevasi +1,I5 m.
Pada metode gedung konvensional, biaya terbesar terdapat pada Pekerjaan sloof
yaitu sebesa r 46% dari total biaya yang terbatas pada pekerjaan penimbunan tanah
(11%), lantai kerja (25%), dan pilecap (18%). Pada konstruksi gedung dengan
mctode SBI, alokasi biaya terbesar tcrdapat pada pekerjaan SBI sebcsa r 62%. Hal
ini dikarenakan harga satu unit SBI yang besar yaitu Rp 55.000.000'-, yang
kemudian dipasang sebanyak 36 titik. Komponen struktur lainnya adalah
pcnambahan balok (17%), capbeam (5%), dan plat lantai (8% ) guna mendukung
SBI.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK