TINJAUAN LOAD FACTOR DAN CASH FLOW ANGKUTAN UMUM JENIS L-300 ( STUDI KASUS RUTC BANDA ACEH - SIGLI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN LOAD FACTOR DAN CASH FLOW ANGKUTAN UMUM JENIS L-300 ( STUDI KASUS RUTC BANDA ACEH - SIGLI)


Pengarang

Romi Satria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0441120162

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penulisan tugas akbir ini berjudul "Tinjauan Load Factor dan Cash Flow
pada Angkutan Umum jenis L-30' (Studi Kasus Rute Banda Aceh- Sigli).
penulis ingin mengetahui besarnya niiai Load Factor dan Cash Flow
pada angkutan umum jenis L-300 pada rute Banda Aceh-Sigli,
Hasilnya digunakan untuk mengevaluasi ekonomisnya perjalanan
dengan menggunakan jasa angkutan umum jenis L-300 tersebut, bagi pemilik atau
penyelenggara jasa angkutan (perusahaan) serta bertujuan untuk menganalisa besarnya
nilai load Factor dan Cash Flow kendaraan angkutan umum tersebut. Data yang
dibutuhkan meliputi data jumlah kendaraan dan penumpang, data biaya operasional, data
biaya kepemilikan. data biaya perbaikan juga mengenai uang masuk yang diperoleh
masing-masing perusahaan yang diperoleh dari harga tiket dan ongkos pengiriman barang
dimana keuntungan masing-masing perusahaan diperoleh untuk CV. Mandala
Rp.39.831.- untuk CV. Deka Putra sebesar Rp.46.563,- dan untuk NV. Ara sebesar
RD.31.930,-data diperoleh melalui pengamatan langsung dilapangan baik juga ada data
wawancara langsung dengan pemilik jasa angkutan umum tersebut. Berdasarkan hasil
pengolahan data diperoleh hasil nilai Load Factor rata-rata kendaraan umum jenis L-300
rute Banda Aceh-Sigli sebesar 80%. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa
angkutan layak beroperasi karena perusahaan tersebut mendapat keuntungan akibat load
factor yang diperoleh besar yaitu diatas nilai Load Factor yang ditetapkan oleh Dinas
Perhubungan darat PP No. 41 Pasal 28 tahun 1993 yang berbunyi: "angiutan jalan yang
potensial dengan muatan ( Load Factor ) sebesar 70 %" sehingga memenuhi standar
kelayakan DLLAJR.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK