<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136653">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESTABILAN DAN PENYEBARAN TUBERKULOSIS DENGAN VAKSINASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raudhah Darmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Matematika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkolusis (TB) merupakan penyakit menular mematikan di dunia yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis di Indonesia menempati peringkat kedua setelah India. Salah satu langkah untuk mencegah TB adalah dengan menerima vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) sebelum bayi berusia 2 bulan. Penelitian ini membahas analisis kestabilan dan simulasi vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dalam mengurangi penularan tuberkulosis. Penelitian ini mengembangkan model penelitian sebelumnya dengan menggunakan model SEI3R dengan menambahkan unsur vaksinasi kemudian memeriksa pengaruh vaksinasi terhadap penyebaran penyakit tuberkulosis. Model ini diselesaikan dengan menentukan dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik, serta mencari solusi model secara numerik menggunakan Runge-Kutta orde 4. Analisis kestabilan untuk titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik menunjukkan stabil asimtotik. Hal ini menunjukkan kestabilan jangka panjang dari suatu kondisi dimana penyakit tidak lagi menjadi masalah signifikan. Simulasi model menunjukkan bahwa semakin banyak individu yang divaksinasi, penyebaran penyakit tuberkulosis semakin berkurang.   &#13;
&#13;
Kata Kunci: tuberkulosis, titik kesetimbangan, runge-kutta, metode numerik, kestabilan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136653</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 08:23:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 09:48:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>