<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136617">
 <titleInfo>
  <title>UJI KONSENTRASI EKOENZIM UNTUK MENGENDALIKAN CENDAWAN COLLETOTRICHUM SP. PADA BUAH CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) DI PENYIMPANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekoenzim adalah produk cair yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik buah segar yang difermentasi menggunakan gula aren. Limbah organik tersebut difermentasi selama tiga bulan agar menghasilkan sejumlah komponen yang berfungsi sebagai pestisida organik, termasuk enzim lipase, amilase, protease, serta asam asetat, asam laktat, asam nitrat, dan karbonat. Komponen asam asetat berperan sebagai antijamur dan antibakteri yang membantu membunuh kuman, virus, dan bakteri. Penelitian mengenai kemampuan ekoenzim untuk mengendalikan patogen tanaman masih terbatas. Oleh karena itu dalam penelitian ini diuji kemampuan ekoenzim untuk mengendalikan patogen utama pada cabai yaitu Colletotrichum sp. di penyimpanan. &#13;
Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Lima level konsentrasi ekoenzim (0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%) disemprotkan pada buah cabai yang telah diinokulasi Colletotrichum sp. Parameter yang diamati terdiri dari masa inkubasi, kejadian penyakit, dan pajang lesio. &#13;
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata masa inkubasi penyakit, kejadian penyakit, dan panjang lesio pada buah cabai dengan perlakuan konsentrasi ekoenzim 0% adalah berturut-turut 4,5 hari, 67,5%, dan 26,25 mm. Sedangkan buah cabai yang diberi perlakuan ekoenzim dengan berbagai konsentrasi (0,5% hingga 2%) tidak menunjukkan gejala antraknosa hingga hari ke-10 setelah inokulasi. Oleh karena itu pengamatan kejadian penyakit dan panjang lesio untuk buah cabai yang diberi perlakuan ekoenzim 0,5-2% tidak menunjukkan gejala apapun.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi ekoenzim dengan konsentrasi 0,5% sangat efektif menghambat infeksi cendawan Colletotrichum sp. pada buah cabai merah di penyimpanan. Selanjutnya perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efisiensi dari konsentrasi yang telah diuji. &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 00:42:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 07:54:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>