<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136589">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KONFLIK MANUSIA-HARIMAU SERTA KAITANNYA DENGAN AKTIVITAS PETERNAKAN PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHUHA LASTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik manusia dan satwa liar merupakan segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang akan memberikan dampak negatif kepada kehidupan sosial ekonomi manusia, seperti adanya pemangsaan terhadap hewan domestik, lalu penyerangan terhadap manusia, dan harimau yang terisolasi. Konflik manusia dan manusia (KMH) selalu saja terjadi hampir di seluruh dunia serta dapat menimbulkan kerugian dari kedua belah pihak. Di Aceh Selatan konflik manusia dan harimau sumatera terus berlangsung sampai saat ini. Khususnya pada Kecamatan Tapaktuan dan Kecamatan Kluet Timur konflik manusia dan harimau sumatera sudah sangat meresahkan masyarakat. Konflik manusia dan harimau sumatera ini sudah merugikan kedua belah pihak, berbagai cara telah dilakukan masyarakat setempat untuk melakukan pengusiran harimau sumatera agar tidak lagi turun ke pemukiman dan perkebunan masyarakat lagi.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hewan ternak yang menjadi mangsa harimau sumatera dan penyebab terjadinya konflik manusia dan harimau, untuk mengetahui nilai kerugian yang dialami masyarakat yang hewan ternaknya menjadi mangsa harimau sumatera, dan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh pihak lembaga dalam mengatasi konflik manusia dan harimau agar tidak terjadi lagi permasalahan harimau memakan ternak masyarakat di Kecamatan Tapaktuan dan Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini menggunakan metode teknil Purposive sampling.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan harimau di kedua kecamatan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, dengan total kerugian mencapai Rp. 99.000.000.00 juta di Kecamatan Kluet Timur dan Rp 135.000.000.00 juta di Kecamatan Tapaktuan. Jenis hewan ternak yang sering menjadi sasaran harimau adalah sapi dan kambing. Upaya mitigasi yang telah dilakukan meliputi sosialisasi dan penyuluhan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pelaporan dan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk membantu dalam penanganan konflik ini, pembuatan pagar sesuai ketentuan dan melakukan aktivitas di kebun secara berkelompok; serta peningkatan dukungan dari pemerintah dalam hal fasilitas dan infrastruktur, termasuk bantuan untuk pembuatan kandang yang aman.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136589</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 22:59:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 09:11:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>