<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136527">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN PROBLEM SOLVING REMAJA DARI KELUARGA UTUH DENGAN KELUARGA BERCERAI DIKECAMATAN DARUL MAKMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUPUT RATNASARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gaya Problem solving yang digunakan individu akan mendorong individu&#13;
tersebut untuk mengambil tindakan penyelesaian masalah yang kemudian akan&#13;
membuat masalah terselesaikan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
melihat apakah ada perbedaan problem solving remaja dari keluarga utuh dan&#13;
keluarga bercerai. Metode pengumpulan data menggunakan skala problem&#13;
solving. Jenis penelitian ini adalah analisis komparatif dengan populasi sebanyak&#13;
1441 siswa dan sampel sebanyak 312 siswa yang diambil dengan teknik&#13;
menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan&#13;
analisis uji Beda Mann Whitney Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa&#13;
secara umum terdapat perbedaan yang signifikan pada problem solving remaja&#13;
dari keluarga utuh dengan bercerai. Remaja keluarga bercerai ditemukan&#13;
penggunaan problem solving gaya impulsive yang lebih tinggi (61%) ketimbang&#13;
remaja keluarga utuh. Gaya yang demikian dipakai pada remaja keluarga utuh&#13;
adalah gaya reflektif, confidence, monitoring dan planfulnes.. Implikasi dari hasil&#13;
penelitian dapat digunakan oleh pengurus panti atau lembaga sosial lainya untuk&#13;
meningkatkan kemampuan problem solving pada remaja yang tinggal di panti&#13;
asuhan, mengembangkan program di sekolah yang fokus pada peningkatan&#13;
keterampilan problem solving dan coping bagi remaja, terutama bagi mereka yang&#13;
berasal dari keluarga bercerai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136527</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 21:25:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-08 07:07:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>