<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136441">
 <titleInfo>
  <title>FLUKTUASI EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) AKIBAT PEMBERIAN BIOCHAR PADA      TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT DARA VONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanasan global merupakan kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer. Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara yang melepas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.&#13;
Biochar merupakan suatu material padatan organik yang dihasilkan melalui pirolisis menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai bahan pembenah tanah. Pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah diarahkan untuk mengurangi emisi CO2 dan penyerapan karbon ke dalam tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur besarnya emisi karbon yang dihasilkan dari pengaplikasian biochar pada budidaya tanaman kedelai. &#13;
Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Sektor Timur, Darussalam, Banda Aceh. Pengukuran Gas rumah kaca CO2 dilakukan langsung dilapangan dengan menggunakan Greenhouse Chamber. Studi lapangan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, dengan lima perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (Sekam padi 20 ton ha-1), P2 (Sekam padi 30 ton ha-1), P3 (Kayu pulai 20 ton ha-1), P4 (Kayu pulai 30 ton ha-1).  Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga dihasilkan 15 plot percobaan. Kuantifikasi emisi gas rumah kaca dilakukan dengan menggunakan detektor gas CO2 (Digital tipe HT-2000) yang ditempatkan dalam ruangan berukuran 66 x 46 x 78 cm. &#13;
Hasil penelitian setelah diuji dengan uji sidik ragam menunjukkan bahwa penerapan biochar berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat emisi gas CO2. Penggunaan sekam padi sebanyak 30 ton ha-1 dan kayu Pulai sebanyak 20 ton ha-1 menghasilkan emisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 17:16:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 23:15:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>