<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136367">
 <titleInfo>
  <title>SOCIAL ENTREPRENEURSHIP TERHADAP PERKEMBANGAN COFFEE SHOP DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD AQIB MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan Coffee Shop di Kota Banda Aceh sangatlah drastis kemunculannya. Coffee shop seakan menjamur di sudut-sudut kota, dengan adanya kemunculan tersebut menjadi tanda tanya apa yang menarik dalam bisnis coffee shop ini. Budaya ngopi pada masyarakat Kota Banda Aceh juga mengalami transformasi, yang dulunya budaya ngopi sebagai tempat untuk bertemu dan bersosial, saat ini mengalami transformasi yang dimana tempat ngopi saat ini tidak hanya menawarkan kopi dan tempat ngopi saja, namun saat ini tempat ngopi menjadi tempat untuk masyarakat bisa bekerja, belajar, bahkan dapat berkarya. Penelitian ini membahas fenomena kemunculan coffee shop di Kota Banda Aceh ini dalam konteks bisnis Social-Entrepreneurship, dimana bisnis ini tak hanya berfokus mendapatkan keuntungan bagi pribadinya, namun sosialnya juga dapat  dampak positif dari kehadirannya. Dalam melihat fenomena ini, peneliti menggunakan teori tindakan sosial Max Weber, serta informan dari penelitian ini ialah para pemilik coffee shop yang nantinya akan dilihat bagaimana tindakan-tindakan pemilik coffee shop ini, dalam membangun bisnis coffee shop yang berkonteks social entrepreneurship. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, diharapkan metode tersebut dapat memberikan fakta lapangan yang lebih banyak, factual, serta hal-yang menarik dapat dipelajari. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode wawancara, dokumentasi, serta observasi dalam penelitian ini dalam mendapatkan data-datanya.&#13;
Kata Kunci: Coffee Shop, Bisnis Social-Entreprenurship, Fenomena bisnis Coffee Shop, Kota Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 16:19:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 22:18:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>