Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERBANDINGAN TINGKAT KERUSAKAN HATI DAN GINJAL SECARA HISTOPATOLOGI PADA MODEL TIKUS DIABETES MELITUS
Pengarang
Irna Miswari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Fauzul Husna - 198401102008122002 - Dosen Pembimbing I
Zulkarnain - 198309252008121004 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2107201020006
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Sains Biomedis (S2) / PDDIKTI : 720102
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kejadian Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan seiring pertambahan usia dan diprediksi mencapai 578 juta pada tahun 2030. DM merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dan toleransi glukosa terganggu, sehingga menyebabkan kekurangan insulin, serta kelemahan keefektifan peran insulin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kerusakan jaringan hati dan ginjal secara histopatologi pada tikus yang diinduksi dengan, streptozotosin (STZ), aloksan dan STZ-nikotinamid. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan jaringan hati dan ginjal tikus yang telah diinduksi DM. jaringan hati dan ginjal tikus DM selanjutnya dibuat menjadi sediaan histopatologi yang diwarnai dengan HE untuk selanjutnya dinilai bengkak keruh, degenerasi, nekrosis, dan hemoragik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemodelan DM menggunakan Aloksan, STZ, dan STZ-Na menunjukkan tingkat kerusakan yang berbeda secara histopatologi, termasuk bengkak keruh, degenerasi, nekrosis, dan hemoragik, baik di hati maupun ginjal dan setiap metode induksi menghasilkan variasi tingkat kerusakan yang signifikan. Induksi dengan Aloksan menunjukkan kerusakan lebih parah di ginjal tikus dibanding metode lainnya (p < 0.05).
Kata kunci: model hewan; diabetes; streptozotocin, aloksan, Nikotinamid
The incidence of Diabetes Mellitus (DM) continues to increase with age and is predicted to reach 578 million by 2030. DM is a disease characterized by high blood sugar levels and impaired glucose tolerance, leading to insulin deficiency and reduced insulin effectiveness. This study aims to compare the histopathological levels of liver and kidney damage in rats induced with streptozotocin (STZ), alloxan, and STZ-nicotinamide. The research was conducted using a laboratory experimental approach with a completely randomized design (CRD) involving liver and kidney tissues from DM-induced rats. The liver and kidney tissues of the DM rats were subsequently made into histopathological slides stained with HE, which were then evaluated for cloudy swelling, degeneration, necrosis, and hemorrhage. The results of this study showed that DM modeling using Alloxan, STZ, and STZ-Na demonstrated different levels of histopathological damage, including cloudy swelling, degeneration, necrosis, and hemorrhage in both the liver and kidneys, with each induction method resulting in significantly varied damage levels. Alloxan induction showed more severe kidney damage in rats compared to other methods (p < 0.05). Keywords: animal model; diabetes; streptozotocin, alloxan, Nicotinamide
PENGARUH VITAMIN E TERHADAP PERUBAHAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) STRAIN WISTAR DIABETES MELITUS DENGAN FRAKTUR FEMUR (dr. Tommy Rivelino, 2019)
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI L) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELITUS (Laksmita Patma Ningrum, 2017)
HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS MODEL DIABETES MELLITUS YANG DIBERIKAN SUSU KAMBING FERMENTASI DAN DAUN PANDAN WANGI (Gina Trinozela, 2024)
EFEKTIVITAS EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT ACEH (HYDNOPHYTUM FORMICARUM) TERHADAP HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH JANTAN YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS TIPE-2 (ORLANDO REFAEL, 2023)
POTENSI HEPATOPROTEKTOR KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK)R.M.SM.) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DIABETES (Miftahur Rahmah, 2025)