<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136355">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TINGKAT KERUSAKAN HATI DAN GINJAL SECARA HISTOPATOLOGI PADA MODEL TIKUS DIABETES MELITUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irna Miswari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kejadian Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan seiring pertambahan usia dan diprediksi mencapai 578 juta pada tahun 2030. DM merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dan toleransi glukosa terganggu, sehingga menyebabkan kekurangan insulin, serta kelemahan keefektifan peran insulin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kerusakan jaringan hati dan ginjal secara histopatologi pada tikus yang diinduksi dengan, streptozotosin (STZ), aloksan dan STZ-nikotinamid. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan jaringan hati dan ginjal tikus yang telah diinduksi DM. jaringan hati dan ginjal tikus DM selanjutnya dibuat menjadi sediaan histopatologi yang diwarnai dengan HE untuk selanjutnya dinilai bengkak keruh, degenerasi, nekrosis, dan hemoragik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemodelan DM menggunakan Aloksan, STZ, dan STZ-Na menunjukkan tingkat kerusakan yang berbeda secara histopatologi, termasuk bengkak keruh, degenerasi, nekrosis, dan hemoragik, baik di hati maupun ginjal dan setiap metode induksi menghasilkan variasi tingkat kerusakan yang signifikan. Induksi dengan Aloksan menunjukkan kerusakan lebih parah di ginjal tikus dibanding metode lainnya (p &lt; 0.05).&#13;
&#13;
Kata kunci: model hewan; diabetes; streptozotocin, aloksan, Nikotinamid</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136355</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 16:13:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 22:15:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>