<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136247">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI IKAN TUNA DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazaruddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pascasarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pentingnya komoditas perikanan ikan tuna sebagai hasil  tangkapan ikan (HTI) adalah karena  tingginya  permintaan  dan  nilai  ekonomis,  sehingga  membutuhkan  manajemen rantai pasok yang tepat agar ikan sampai ke tangan konsumen berkualitas baik. Rantai pasok yang baik pada ikan komoditas tuna dan cakalang diharapkan mampu meningkatkan kinerja rantai pasok pada setiap pihak yang terlibat, khususnya meningkatkan posisi tawar nelayan sebagai produsen utama agar lebih terlibat dalam penentuan harga dan pemasaran ikan.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  survey.  Teknik  pengambilan  data  dalam penelitian ini mengunakan metode purposive sampling data diolah dengan pendekatan model Supply Chain Operation Reference (SCOR). Hasil penelitian didapat bahwa PPS Kutaraja dan Kabupaten Pidie mampu meningkatkan ketersediaan stok tuna hingga mencapai 30% dari total kapasitas produksi selama 30 hari. Kinerja Rantai Distribusi tuna di Kabupaten Pidie masih kurang optimal. Waktu tunggu konsumen dan industri selama 60 hari. Kinerja Rantai Distribusi tuna di Kutaraja sudah cukup baik. Waktu yang dibutuhkan oleh  pihak  konsumen  dan  industri  untuk  memesan  tuna  selama  14  hari.  Peningkatan kinerja Rantai Distribusi tuna  di PPS Kutaraja diarahkan pada tingkat kepuasan konsumen yang lebih baik, pemenuhan permintaan yang lebih responsif, memperkuat posisi tawar dan kemitraan nelayan dengan stakeholder lain, yang hasilnya akan mendukung ekspansi penjualan melalui peningkatan kinerja Rantai Distribusi.&#13;
&#13;
Kata kunci: Komoditas ikan tuna, PPS Kutaraja, Kabupaten Pidie, rantai pasok. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHERIES - PRODUCTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES - RESOURCE ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>333.956</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 15:01:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 16:08:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>