<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136241">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN ANALGESIK TOPIKAL DARI MINYAK KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRA LINN) YANG BERASAL  DARI TUJUH PROVINSI DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rifa Zanira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Melaleuca leucadendron Linn. merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari minyak kayu putih dan fraksi-fraksi serta sediaan formulasi balsam cair dari tujuh Provinsi di Indonesia dan mengetahui komponen kimia dari minyak kayu putih. Aktivitas antioksidan dari sampel minyak kayu putih yang berasal dari wilayah yang berbeda kemudian dimurnikan dan didapatkan kategori fraksi berat, fraksi ringan serta residu yang kemudian di formulasikan dalam bentuk sediaan analgesik topikal. Masing-masing sampel diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode 1-diphenyl-2-Pycrilhidrazil (DPPH). Hasil uji aktivitas antioksidan klasifikasi kuat dengan kategori minyak murni,fraksi ringan, fraksi berat serta residu berturut-turut didapatkan nilai IC50 yaitu 54.81 ppm yang berasal dari daerah lampung , 90.50 ppm juga berasal dari daerah lampung 1, 69.31 ppm berasal dari daerah DIY dan 12.61 ppm berasal dari daerah lampung 1. Hasil pengujian aktivitas antioksidan sediaan formulasi analgesik topikal kategori FOI, FOII, FOIII dan bahan baku berturut-turut didapatkan nilai IC50 yaitu 34.47 ppm yang berasal dari daerah Jawa Timur, 33.66 ppm yang berasal dari NTB, 57.49 ppm yang berasal dari NTB dan nilai IC50 bahan baku yaitu 18.63 ppm. Sampel minyak kayu putih murni,fraksi ringan, fraksi berat beserta residu dianalisis menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) senyawa dominan dalam sampel minyak kayu putih yang berasal dari tujuh Provinsi yang berbeda yaitu 1,8-cineole dengan kadar tertinggi dari golongan fraksi I sebesar 91,02% yang berasal dari Papua provinsi Papua, sementara kandungan 1,8-cineole tertinggi untuk golongan fraksi II sebesar 55,69% yang berasal dari provinsi Lampung. Kesimpulannya, hasil data aktivitas biologis menunjukkan bahwa sampel minyak kayu putih murni, fraksi ringan, fraksi berat serta residu dan formulasi analgesik topikal memiliki potensi sebagai antioksidan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136241</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 14:59:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 19:24:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>