DESAIN SILINDER PUTAR DAN MATA PISAU PADA MESIN PENGUPAS PINANG (ARECA CATECHU L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DESAIN SILINDER PUTAR DAN MATA PISAU PADA MESIN PENGUPAS PINANG (ARECA CATECHU L.)


Pengarang

Najmuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305106010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pinang (Areca catechu L.) ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, di
taman-taman atau dibudidayakan, Pohon berbatang langsing, tumbuh tegak,
inggi 10 30 m, diameter 15 -20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang
lepas. Buahnya buah buni, bulat telur sungsang memanjang, panjang 3,5 -7 cm,
dinding buah berserabut, bila masak warnanya merah oranye. Biji satu, bentuknya
seperti kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak datar dengan suatu
lekukan dangkal, panjang I5 - 30 mm. Biji pinang sering digunakan masyarakat
untuk dimakan dengan sirih. Selain itu, biji pinang mempunyai khasiat sebagai
obat. Air rebusan dari biji pinang igunakan untuk mengatasi pcnyakit seperti
haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul,
cksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan
disentri. Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit
pinggang (salah urat). Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu
makan. dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun digunakan untuk
pembungkus
makanan dan
ini buah pinang
sudah menjadi komoditi perdagangan. Ekspor dari Indonesia diarahkan ke negara­
bahan campuran untuk topi.
Saat egara Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, atau Nepal. Negara-negara
pengekspor pinang utama adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan
Myanmar. Buah pinang yang diperdagangkan terutama adalah buah pinang yang
telah dikupas sabutnya, dibelah dan dikeringkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain silinder putar dan mata pisau
pada mesin pengupas pinang (Areca catechu L.), schingga diharapkan dapat
bermanfaat dalam menghasilkan mesin pengupas pinang (Areca catechu L.) yang
efektif dan efisien.
Secara fungsional silinder putar dan pisau pada mesin pengupas
pinang (Areca catechu L.) terdiri atas beberapa komponen, yaitu (I) Rangka
silinder putar, berfungsi memutar mata pisau. Akibat putaran tersebut kulit pinang
mata akan terbelah. (2) Dudukan mata pisau berfungsi untuk penentuan letak mata
pisau. (3) mata pisau befungsi membelah kulit pinang hingga terpisah antara biji
pinang dengan kulitnya. (4) Penutup rongga berfungsi menahan pinang agar tidak
masuk ke dalam ruang silinder. (5) Jeruji befungsi scbagai penahan bagian bawah
pada ruang pengupasan dan membantu pengupasan pinang oleh mata pisau.
Sistem transmisi yang digunakan adalah pully dan sabuk yang akan
mentransmisikan daya dari motor penggerak ke poros, schingga dapat
menggerakkan silinder pengupas.
Konstruksi dari bagian silinder putar dan mata pisau adalah sebagai
berikut: (I) Rangka silinder putar, panjang 60 cm, diameter 25 mm:; panjang poros
I cm dengan diameter 25 mm. Bahan yang digunakan untuk konstruksi rangka
silinder putar adalah plat strip dengan tebal 3 mm, lebar 22 mm dan panjang 78,5 cm
sebanyak + batang: besi cor berdiameter I0 mm, panjang II cm sebanyak 32
batang. (2) Dudukan mata pisau, terbuat dari besi plat strip dengan tebal 3 mm,
lebar 22 mm dan panjang 6l em sebanyak 8 batang dan dilubangi dengan
diameter I0 mm sebanyak 22. (3) Mata pisau, panjang 2.5 em, jarak antar mata
pisau 3 cm, jumlah keseluruhan adalah 160 mata pisau dan jumlah per dudukan
adalah 20 pisau. Bahan yang digunakan adalah baut berdiameter 14 mm,
panjang 57 mm sebanyak 20 baut per dudukan mata pisau dan mur diameter I4
mata mm sebanyak 40 buah mur per dudukan mata pisau; plat strip tebal 3 mm, lebar
22 mm dan panjang I5 mm yang telah dibuah gerigi sebanyak 4 gcrigi per mata
pisau dengan lebar 2.5 mm dan kedalaman mm serta kemiringan dengan dengan
baut 45". (4) Penutup rongga, dibuat dari plat strip dengan tebal 3 mm, lebar 22
mm dan panjang 60 cm sebanyak I6 batang dengan jarak antar penutup rongga
adalah 10 mm. (5) Jeruji, terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah rangka
jeruji yang terbuat dari besi siku 3 x 3 cm. panjang 64 cm sebanyak I batang: besi cor
berdiameter 8 mm, panjang 33 cm sebanyak 4 batang ; besi nako 8 x 8
dengan panjang mm 64 sebanyak 2 buah; plat strip pengikat baut stelan dengan
ketebalan 3 mm, lebar 22 mm dan panjang em sebanyak 2 batang; baut stelan
sebanyak 2 buah dengan diameter I4 mm, cm sebanyak I batang: cngsel berdiameter 19 mm
panjang 57 mm serta mur berdiameter 14 mm sebanyak 6 buah. Bagian kedua adalah
atas jeruji yang terbuat besi nako ukuran 8 x 8 mm. panjang 64 cm sebanyak 13
batang; besi cor berdiameter I mm, panjang 64 em jumlah 3 batang dan besi cor
berdiameter 8 mm, panjang 64 em jumlah I batang. Bagian ketiga adalah plat
gerigi dengan ketebalan 3 mm, ebar 22 mm. panjang 64 em dan jumlah 3 batang
dibuat gerigi dengan jarak antar gerigi 2.5 mm, kedalaman 3 mm sebanyak 140 gerigi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK