MONITORING KEBERADAAN ARTHROPODA MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN PADI MENGGUNAKAN ATRAKTAN BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) DENGAN TINGKAT KEMATANGAN YANG BERBEDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MONITORING KEBERADAAN ARTHROPODA MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN PADI MENGGUNAKAN ATRAKTAN BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) DENGAN TINGKAT KEMATANGAN YANG BERBEDA


Pengarang

NURLITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Sayuthi - 197211232003121001 - Dosen Pembimbing I
Nur Pramayudi - 198010132006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005109010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Padi merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia yang mengandung gizi dan penguat yang cukup bagi tubuh manusia, sebab di dalamnya terkandung bahan-bahan yang mudah diubah menjadi energi. Namun, dalam pembudidayaan padi sering ditemukan kendala seperti adanya hama atau penyakit yang menyebabkan penurunan produktivitas padi. Upaya untuk melakukan pengurangan dampak negatif penggunaan pestisida, maka diperlukan penelitian yang berfokus pada pengendalian ramah lingkungan, yaitu penggunaan buah nanas sebagai atraktan.
Musuh Alami merupakan organisme yang ditemukan di alam dan dapat mengendalikan populasi hama pada suatu tanaman. Hama menyerang tanaman dan menimbulkan banyak kerugian. Oleh karena itu salah satu alternatif yang menjanjikan adalah pengunaan perangkap buah nanas (Ananas comosus) dengan tingkat kematangan yang berbeda pada buah nanas mengkal, matang dan sangat matang untuk mendeteksi keberadaan Arthropoda musuh alami. Nanas mengeluarkan aroma khas sebagai sumber informasi yang dapat menarik serangga-serangga jantan untuk mendekatinya yang dianggap sebagai feromon seks yang di keluarkan serangga betina.
Buah nanas mampu menarik serangga karena mengandung senyawa kimia berupa atraktan. Senyawa volatil yang dikeluarkan dari daging buah dan kulit buah nanas dapat dijadikan sebagai perangkap alami yang efektif. Daging buah dan kulit nanas mempunyai aroma yang kuat. Aroma yang yang dikeluarkan ini mampu menarik serangga apabila dibantu dengan kondisi lingkungan yang tinggi sehingga membantu penyebaran melalui uap gas yang dihasilkan. Semakin matang buah nanas makan semakin tinggi pula kanduangan gula yang merupakan sumber energi bagi serangga.
Penelitian ini dilaksanakan di area persawahan Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Identifikasi dilakukan di Labolatorium Dasar-dasar Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang terdiri atas 3 taraf perlakuan dengan 6 ulangan, sehingga didapatkan 18 unit percobaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memantau atau mendeteksi musuh alami dengan menggunakan nanas dengan tingkat kematangan yang berbeda. Peubah yang diamati yaitu kekayaan arthropoda musuh alami, keanekaragaman, indeks kemerataan dan indeks similaritas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga Arthropoda musuh alami yang ditemukan dengan menggunakan perangkap buah nanas mengkal terdapat 9 morfospesies, dengan menggunakan nanas mengkal terdapat 10 spesies dan 13 spesies dengan menggunakan nanas sangat matang. Hal ini terjadi karena nanas sangat matang menghasilkan aroma yang lebih kuat untuk menarik serangga.

Rice is an important staple food that has become the main food source for more than half of the world's population, containing sufficient nutrients and boosters for the human body, as it contains substances that can be easily converted into energy. However, in rice cultivation, challenges are often encountered, such as the presence of pests or diseases that lead to a decrease in rice productivity. Efforts to reduce the negative impacts of pesticide use require research focused on environmentally friendly control methods, specifically the use of pineapple as an attractant. Natural enemies are organisms found in nature that can control pest populations on a plant. Pests attack crops and cause significant losses. Therefore, one promising alternative is the use of pineapple traps (Ananas comosus) with different ripeness levels on unripe, ripe, and overripe pineapples to detect the presence of natural enemy arthropods. Bananas emit a distinctive aroma as a source of information that can attract male insects, which is considered a sex pheromone released by female insects. Pineapple can attract insects because it contains chemical compounds in the form of attractants. Volatile compounds released from the flesh and skin of pineapples can be used as an effective natural trap. The flesh and skin of the pineapple have a strong aroma. The aroma released can attract insects, especially when aided by high environmental conditions, thus facilitating dispersion through the gas vapours produced. The riper the pineapple, the higher the sugar content, which serves as an energy source for insects. This research was conducted in the rice fields of Aneuk Glee, Indrapuri District, Aceh Besar Regency. Identification was carried out in the Laboratory of Basic Plant Protection at the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research employs an experimental method consisting of 3 treatment levels with 6 replications, resulting in 18 experimental units. The aim of this study is to monitor or detect natural enemies using pineapples at different ripeness levels. The observed variables are the wealth of arthropods, natural enemies, diversity, evenness index, and similarity index. The research results show that the Arthropoda insects, which are natural enemies found using unripe pineapple traps, consist of 9 morphospecies, while using ripe pineapple resulted in 10 species, and using very ripe pineapple yielded 13 species. This happens because very ripe pineapples produce a stronger aroma to attract insects.

Citation



    SERVICES DESK