<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136197">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TINGGI NAUNGAN TERHADAP PERSENTASE DAYA TETAS TELUR PENYU LEKANG (LEPIDOCHELYS OLIVACEA) DI PANTAI LAMBARO KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyu mengalami penurunan jumlah populasi yang berdampak pada meningkatnya beberapa spesies terancam punah. Penetasan sarang semi alami merupakan cara untuk tetap melestarikan penyu. Tinggi naungan merupakan faktor keberhasilan penetasan telur penyu dan kondisi tukik yang dihasilkan karena memengaruhi daya tetas telur penyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang berpengaruh terhadap penetasan telur penyu, mengidentifikasi jenis penyu yang mendarat di Pantai Lambaro, mengetahui karakteristik kondisi lingkungan pada sarang semi alami.&#13;
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan skunder. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan, P1 (1 m), P2 (1 ½ m), P3 (2 m) dimana penelitian ini memakai naungan terpal, setiap tinggi naungan diisi dengan telur penyu dari spesies yang sama dan jumlah yang sama. Pengukuran data suhu dan kelembaban sarang di bak penetasan dilakukan 3 kali pada pukul 08.00, 14.00, dan 22.00 WIB dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan SPSS dengan uji One-Way Annova jika nilai Sig. lebih kecil dari 0,05 maka perlakuan dengan tinggi tersebut berpengaruh nyata dan jika nilai Sig. lebih besar dari 0.05 maka perlakuan dengan tinggi tersebut tidak berpengaruh nyata.&#13;
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tinggi naungan pada sarang semi alami berpengaruh nyata terhadap keberhasilan penetasan telur penyu lekang. Perlakuan dengan tinggi naungan 1½ m menunjukkan persentase penetasan tertinggi, yaitu rata-rata 66%, dibandingkan dengan tinggi naungan 1 m dengan rata-rata 33% dan 2 m dengan rata-rata 11%. Ini menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban stabil pada tinggi naungan 1½ m ketinggian ini berkontribusi pada kondisi yang lebih baik untuk penetasan telur. Suhu sarang berkisar antara 28℃ sampai 32℃ dengan kelembaban 70-90%, yang berada dalam rentang optimal untuk keberhasilan penetasan telur penyu lekang. Penyu yang melakukan pendaratan di Pantai Lambaro yaitu Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), menunjukkan bahwa vegetasi di daerah ini terdiri dari semak belukar dan pohon, dengan spesies tumbuhan yang mendominasi adalah pandan laut (Pandanus tectorius) dan biduri (Calotropis gigantea). Kedua spesies tumbuhan ini cenderung dipilih oleh penyu untuk melakukan aktivitas bertelur.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136197</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 13:51:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 20:02:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>