<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="136047">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN SKOR SPATIAL HEARING QUESTIONNAIRE (SHQ) PADA PASIEN PRESBIKUSIS DENGAN ABD ANALOG DAN TANPA ABD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gilbran Ayyubi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran  Prodi Ilmu Kesehatan THT-KL</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Presbikusis adalah kelainan kompleks yang diakibatkan oleh efek kumulatif penuaan pada sistem pendengaran yang akhirnya menyebabkan Health Related Quality of Life (HRQoL) yang rendah. Alat bantu dengar (ABD) adalah alat utama untuk rehabilitasi dan meningkatkan HRQoL. Salah satu cara untuk menilai kegunaan dari ABD adalah dengan Spatial Hearing Questionnaire (SHQ). Sampai saat ini evaluasi ABD pada pasien presbikusis di poliklinik THT-BKL RSUDZA belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegunaan ABD analog pada pendengaran pasien presbikusis menggunakan SHQ. &#13;
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui perbandingan skor SHQ pada pasien presbikusis yang menggunakan ABD analog dan tanpa ABD. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan lalu perbandingan skor SHQ diuji dengan independent t test. Uji Validitas dan reabilitas SHQ dengan Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan cronbach's D.&#13;
Hasil: Didapatkan 47 sampel dengan rerata usia 65,91 tahun, didominasi jenis kelamin perempuan (51,1%). 25 sampel (53,2%) masih menggunakan ABD analog dan 22 sampel (46,8%) sudah tidak memakai ABD lagi. Tipe ABD terbanyak yang pernah didapatkan dari RSUDZA adalah tipe saku/pocket/body aid sebesar 63,8%. Lama penggunaan ABD terbanyak adalah 6 bulan - 1 tahun (44%). Alasan tidak memakai ABD terbanyak adalah karena alat berdengung/bising/tidak nyaman saat digunakan (40,9%). Hasil audiometri nada murni pasien presbikusis terbanyak adalah tuli derajat sedang berat pada telinga kanan (43%) dan telinga kiri (45%). Nilai KMO kuesioner SHQ sebesar 0,906. Nilai cronbach's α untuk semua 24 item SHQ &#13;
didapatkan sebesar 0,906. Perbandingan skor SHQ dengan independent t test pada semua subskala SHQ didapatkan nilai p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>136047</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 12:16:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 15:46:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>