PENJADWALAN TENAGA KERJA PADA PROYEK GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENJADWALAN TENAGA KERJA PADA PROYEK GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Andalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0104101010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perencanaan ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya keterbatasan jumlah tenaga kerja sehingga menyebabkan keterlarnbatam proyek secara keseluruhan. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperkirakan kebutuhan jumlah tenaga kerja dan menganalisis alokasi kebutuhan tenaga kerja. Perencanaan ini dilakukan dengan aplikasi Microsoft Project sebagai alat bantu. Contoh kasus pada perencanaan ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh. Perencanaan dimulai dengan membuat penjadwalan proyek yang meliputi penguraian komponen pekerjaan/Work Breakdown Structure (WBS), membuat Network Planning sesuai Presedence Diagram Method (PDM) yaitu dengan menentukan predecessor, konstrain dan lead/lag. Langkah selanjutnya adalah penentuan jumlah tenaga kerja tiap kegiatan serta alokasi kebutuhan tenaga kerja dan perhitungan biaya untuk tenaga kerja. Pada perencanaan awal, durasi diasumsikan sesuai dengan dokumen kontrak dan didapatkan jumlah maksimum tenaga kerja lalu pada perencanaan selanjutnya, dibuat asumsi dengan membatasi jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit dari perencanaan awal sehingga terjadi Resource Conflict dan dilakukan Leveling untuk meratakan penggunaan tenaga kerja. Hasil yang diperoleh dari penjadwalan dengan durasi proyek selama 135 hari didapatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 290 orang dengan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 414.198.340,- dan untuk penjadwalan dengan batasan jumlah tenaga kerja sebanyak 248 orang didapatkan durasi proyek selama
158 hari dengan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 510.016.713,-. Kesimpulan yang diperoleh adalah leveling merupakan salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan terhadap jumlah tenaga kerja pada pelaksanaan proyek, namun hal ini berakibat pada durasi proyek yang menjadi lebih panjang sehingga menambah jumlah biaya.




















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK