<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135997">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN  ULANG STRUKTUR  BANGUNAN  GEDUNG BAPPEDA  NANGGROE  ACEH DARUSSALAM TERHADAP PERUBAHAN  WILAYAH GEMPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azwanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengetahui   pengaruh   struktur   bangunan gedung   BAPPEDA   NAD  terhadap   perbedaan   wilayah   gempa.  Variabel   yang ditinjau  dalam  penelitian  ini  meliputi  tipe  kolom  dan  balok  serta  luas  tulangan yang  dipakai.  Model  struktur  portal  yang  ditinjau adalah  portal  ruang  berbentuk tiga dimensi bertingkat empat dalam koordinat global X-Y-Z. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan program SAP2000 versi 7.40. Perhitungan dilakukan terhadap   struktur   portal  yang   menggunakan   kolom   dan  balok  tampang   bujur sangkar  hingga  seluruh  elemen  kolom  dan  balok  memenuhi   syarat  keamanan. Dimensi  awal  kolom  tampang  lingkaran  didasarkan  pada  perencanaan   awal  dari struktur   bangunan   tersebur.  Perhitungan   beban  mati,  beban  hidup,  dan  beban angin didasarkan  pada Peraturan  Pembebanan  Indonesia  1987. Perhitungan beban gempa  didasarkan  pada  Pedoman  Perencanaan  Ketahanan  Gempa  untuk  Rumah dan Gedung  1987 dan Tata Cara Perencanaan  Ketahanan  Gempa  Untuk  Bangunan Gedung 2003. Kombinasi beban dan pendimensian elemen kolom dan balok menggunakan    aturan   SK   SNI   T-15-1991-03   dan   SNI   03-2847-2002.   Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  struktur  bangunan  gedung  BAPPEDA  NAD  pada kondisi  wilayah   gempa   2  menurut   peraturan   tahan   gempa   1987  yang  sesuai dengan  perencanaan  awal dari bangunan  tersebut  memiliki  dimensi struktur  yang aman.  Akan  tetapi  tidak  demikian  halnya  pada  kondisi  wilayah  gempa  4 dan  6 menurut peraturan  tahan gempa 2003, struktur  bangunan  tersebut tidak lagi berada kondisi yang aman. Pada kondisi gempa wilayah  4, dimensi struktur  kolom  harus diperbesar  rata-rata  81 %.  Sedangkan  untuk  kondisi  gempa  wilayah  6,  beberapa dimensi  struktur  harus  diperbesar  112%.  Dimensi  struktur  balok  harus diperbesar&#13;
60% untuk kondisi  gem pa wilayah 4 dan  107% untuk kondisi  wilayah  gempa 6.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:28:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:28:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>