<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135981">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBUTUHAN  ENERGI UNTUK PENGERINGAN BELIMBING WULUH  (AVERRHOA BILIMBI) DENGAN ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Helfira Yani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masyarakat banyak yang memanfaatkan atau mengolah belimbing wuluh  (Averrhoa bilimbi) menjadi belimbing setengah kering asin (asam sunti) terutama pada saat produksi belimbing wuluh meningkat. Asam sunti merupakan salah satu bumbu masak khas Aceh yang terkenal. Pada umumnya proses pengeringan yang  dilakukan oleh masyarakat , terutama di daerah Aceh adalah dengan cara pengeringan  tradisional yaitu penjemuran langsung dibawah matahari .  Pengeringan ini  mempunyai kendala yaitu temperatur  suhu berfluktuatif, pengeringannya berlangsung lambat, mudah  terkontaminasi, tergantung cuaca serta membutuhkan lahan luas. Teknologi tepat gun a yang berupa pengeringan buatan,  dapat menutupi  keterbatasan cara pengeringan tradisional sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi asam sunti,  serta menghemat waktu dan tenaga. &#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi pada pengeringan belimbing wuluh dengan menggunakan alat pengering Efek Rumah  dan  Kaca (ERK). Adapun parameter yang diukur adalah distribusi temperatur , &#13;
kelembaban relatif, penurunan kadar air terhadap lama waktu pengeringan, intensitas  radiasi surya, energi listrik dan cnergi pengering surya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pasca Panen, Fakultas Pertanian , Jurusan Teknik Pertanian mulai bulan Maret s.d. Oktober 2009. Saban yang digunakan dalam penelitian ini adalah belimbing wuluh (Averrhos bilimbi)  sebanyak 55,6 kg, dengan perincian 42 kg di  dalam ruang pengering dan 13,6 kg di lingkungan. Penelitian di lakuk an dalam  dua  taha p. Tahap pertama dilakukan pengukuran tanpa bahan selama satu hari, dan pada  tahap kedua dilakukan  pengukuran dengan bahan selama 3 hari. &#13;
               Dari basil penelitian maka diperoleh distribusi temperatur tertinggi  dalam ruang pengering 43C, kelembaban relatif terendah 32,4%, penurunan kadar air tercepat sampai batas yang diinginkan yaitu 53,22 % terjadi pada rak I di lingkungan, intensitas radiasi surya tertinggi 1099,29 W/m2, konsumsi energi listrik untuk sa tu hari pcngeringan 969,41 kJ, dan Konswnsi energi spesifik untuk  pengeringan belimbing wuluh selama tiga hari proses pengeringan 289,15 kJ/kg. Hasil proses  pengeringan dengan menggunakan alat pengering ERK menghasilkan asam sunti yang lebih bersih, kapasitas alat  pengeringannya 6x lebih besar dibandingkan dengan secara alami.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135981</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:17:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-17 09:30:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>