ANALISIS ERGONOMI PADA PENGGUNAAN CANGKUL SEBAGAI ALAT PENGOLAH TANAH DI KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS ERGONOMI PADA PENGGUNAAN CANGKUL SEBAGAI ALAT PENGOLAH TANAH DI KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

Hadi Surya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305106010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan cangkul di Aceh Selatan biasanya digunakan untuk mengolah tanab yang sukar dijaukau oleh traktor , pada lahan yang sempit, laban miring. Cangkul dianggap seperangkat alat yang sederhana sifatnya. Jenis cangkul yang
digunakan oleh petani mempunyai bentuk dan dimensi yang berbeda-beda namun penggunaannya tetap sama
dari berbagai jenis cangkul.
Penggunaan cangkul sebagai alat pengolahan tanah sangat berkaitan erat dengan tenaga manusia. Unsur manusia memegang peranan yang sangat penting karena tenaga manusialah yang akan menggerakkan peralatan ini
sehingga bisa menjalankan fungsinya. Melihat peran dan keterkaitan cangkul sebagai alat pengolah tanah dengan petani maka perlu diketahui hubungan antara manusia dengan jenis cangkul yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan energi dengan param eter denyut jantung dari berbagai bentuk cangkul, panjang tangkai dan berat erat antara cangkul terhadap beban kerja di pinggang.
Penelitian ini dilakukan di Desa Kutablang, Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan dan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertani an Universitas Syiab Kuala pad a bulan
November 2008 sam pai dengan Maret 2009.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan cangkul di daerah penelitian tidak mem beda dimensi cangkul untuk jenis lahan dan fungsinya. Sementara panjang tangkai cangk ul mempengaruhi sudut pinggang penyangkulan dan kebutuhan konsumsi energi.
Kebutuhan konsumsi energi yang paling kecil dikeluarkan oleb Bapak Hasanus i hingg a menit ke-25 pada laban basah dengan menggunakan cangkul kutab lang yaitu sebesar 3,76 kkal/menit dan pada laban kering juga dengan menggunakan cangkul kutablang yaitu sebesar 3,85 kkal/ menit. Kebutulum konsumsi energi yang paling keeil dikeluarkan oleh Bapak Safwan hingga menit ke-25 pada laban basah dengan menggunakan cangkul kandang yaitu sebesar 5,13 kkal/menit dan pada laban kering dengan menggunakan cangkul kutablang yaitu sebesar 5,52 kkal/menit. Kebutuhan konsumsi energi yang paling kecil dikeluarkan oleh Bapak Muhaddis hin gga menit ke-25 pada laban basah dengan menggunakan cangkul kandang yaitu sebesar 2,97 kkal/menit dan pada laban kering juga dengan menggunakan cangkul kandang yaitu sebesar 3,17 kkal/ menit. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tinggi badan dan dimensi cangkul
mempengarub konsums i enegi yang dikeluarkan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK