PERENCANAAN PENJADWALAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE MINIMUM MOMENT ALGORITHM (MMA) (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG AKPER TJOET NYAK DHIENRNKOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN PENJADWALAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE MINIMUM MOMENT ALGORITHM (MMA) (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG AKPER TJOET NYAK DHIENRNKOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Arie Julianda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101020123

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perencanaan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya tenaga kerja yang tersedia untuk penyelesaian proyek. Setiap jenis pekerjaan membutuhkan waktu dan jumlah tenaga kerja yang tidak sama, biasanya di dalam pembangunan suatu proyek dibatasi oleh tenaga kerja yang terbatas. permasalahan yang akan dibahas pada penulisan ini adalah mengkaji lebih lanjut tentang usaha pengendalian kebutuhan tenaga kerja dengan menggunakan metode Minimum Moment Algorithm (MMA) dalam proyek konstruksi. perencanaan ini dimulai dengan menguraikan komponen pekerjaan, menentukan durasi kegiatan dan memperkirakan jumlah tenaga kerja tiap item pekerjaan, dilanjutkan dengan penentuan jaringan kritis dan jloar jaringan kerja dari kegiatan proyek. Proses perancangan menggunakan metode jaringan kerja yaitu Critical Path Method (CPM). Histogram Tenaga Kerja dibuat untuk mengetahui jumlah tenaga kerja proyek serta fluktuasi jumlah penggunaan tenaga kerja dan melakukan pemerataan jumlah tenaga kerja menggunakan metode Callahan yaitu metode Minimum Moment Algortihm (MMA) dengan menggeser kegiatan non kritis pada jaringan kerja yang memiliki free float. Karena pemerataan tenaga kerja hanya diterapkan pada aktivitas-aktivitas non kritis, lintasan kritis tetap tidak diganggu, dan durasi proyck tidak berubah. Dari hasil Perencanaan didapatkan 14 aktivitas yang memiliki free float yaitu pekerjaan aanstamping (E), pekerjaan pasangan batu kali (J), pekerjaan pengecoran sloof
30/50 (Kc), pekerjaan kosen, pintu dan jendela (S), pekerjaan pengunci dan pengantung Lt I (U), pekerjaan pengecoran balok lantai 35/70 (Zc), pekerjaan pembesian atap dack Lt 1 (B2.b), pekerjaan kosen, pintu dan jendela Lt II (12), pekerjaan pengunci dan pengantung Lt 11 (K2), pekerjaan pembesian atap dack I .t II (Q2.b), pekerjaan bubungan seng genteng (T2), pekerjaan pengecatan (E3), pekerjaan lantai keramik (Y2) dan pekerjaan lain-lain (F3). Setelah Pemerataan tenaga kerja dilakukan dengan melakukan pergeseran pada kegiatan yang memiliki free float, kebutuhan pekerja maksimum terjadi pada hari ke-58 sampai hari ke-61, dengan jumlah pekerja sebesar 174 0rang/hari, sedangkan kebutuhan tukang maksimum terjadi pada hari ke-58 sampai hari ke-61 dengan jumlah tukang yang dibutuhkan 144 orang/hari setelah di lakukan perbaikan dengan faktor improvement factor (IF) didapat aktifvitas yang mcmpunyai nilai free float telah mencapai harga negatif ini sesuai dengan tolak ukur Minimum Moment Algorithm (MMA) saat harga IF telah mencapai harga negatif.









Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK