Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN RESILIENSI REMAJA YANG TINGGAL BERSAMA ORANG TUA DENGAN PANTI ASUHAN DI KECAMATAN BAITURRAHMAN DAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH
Pengarang
CUT IHDA RADHINNI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Abu Bakar - 196712081992031003 - Dosen Pembimbing I
Jamilah Aini Nasution - 199107032019032024 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2006104030091
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Remaja yang memiliki resiliensi pada hakikatnya kompeten secara sosial dan memiliki keterampilan hidup seperti pemecahan masalah, pemikiran kritis, inisiatif, kesadaran akan tujuan tertentu, memiliki tujuan yang terarah, dan dorongan untuk melakukan sesuatu dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk, mendeskripsikan mengenai resiliensi remaja yang tinggal bersama orang tua, mendeskripsikan mengenai resiliensi remaja yang tinggal di panti asuhan, mengetahui perbedaan resiliensi antara remaja yang tinggal bersama orang tua dengan di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini ialah remaja yang tinggal bersama orang tua dan yang di panti asuhan Kecamatan Baiturrahman dan Jaya Baru Kota Banda Aceh dalam rentang usia 12 sampai dengan 16 tahun. Sampel penelitian ini terdiri dari 85 remaja yang tinggal bersama orang tua dan 64 remaja yang tinggal di panti asuhan, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling (remaja yang tinggal bersama orang tua) dan total sampling (remaja yang tinggal di panti asuhan). Data diperoleh menggunakan skala resiliensi dengan reliabilitas 0,858 dari 40 item. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa resiliensi remaja yang tinggal bersama orang tua dengan resiliensi remaja yang tinggal di panti asuhan sama-sama cenderung rendah. Dari hasil penelitian didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,884 > 0,05 diketahui bahwa remaja yang tinggal bersama orang tua dengan nilai mean rank 74,55 dan remaja di panti asuhan dengan nilai mean rank 75,59 Kecamatan Baiturrahman dan Jaya Baru Kota Banda Aceh memiliki perbedaan yang sangat tipis dan tidak bermakna serta dari uji hipotesis menggunakan uji beda Mann Whitney hasilnya tidak ada perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ha dan menerima Ho.
Adolescents who have resilience are essentially socially competent and have life skills such as problem solving, critical thinking, initiative, awareness of specific goals, having purposeful goals, and the drive to do something well. The purpose of this study is to describe the resilience of adolescents who live with parents, describe the resilience of adolescents who live in orphanages, find out the differences in resilience between adolescents who live with parents and in orphanages. This study used a quantitative approach with a comparative research type. The population in this study were adolescents living with parents and those in orphanages in Baiturrahman and Jaya Baru Subdistricts of Banda Aceh City in the age range of 12 to 16 years. The sample of this study consisted of 85 adolescents living with parents and 64 adolescents living in orphanages, using simple random sampling techniques (adolescents living with parents) and total sampling (adolescents living in orphanages). Data were obtained using a resilience scale with a reliability of 0.858 from 40 items. Based on the results of the study, it is known that the resilience of adolescents living with parents and the resilience of adolescents living in orphanages both tend to be low. From the research results obtained the value of Asymp. Sig. (2-tailed) 0.884> 0.05, it is known that adolescents who live with parents with a mean rank value of 74.55 and adolescents in orphanages with a mean rank value of 75.59 Baiturrahman and Jaya Baru Districts, Banda Aceh City have a very thin and meaningless difference and from hypothesis testing using the Mann Whitney difference test the results are no difference. So it can be concluded that the hypothesis in this study rejects Ha and accepts Ho.
PERBEDAAN KONSEP DIRI ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN COTTAGE DENGAN REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ASRAMA (Misanti, 2015)
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN SELF-ESTEEM REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHANRN( SUATU PENELITIAN DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH) (SASA MAULIDA, 2015)
HUBUNGAN FORGIVENESS DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH. (NISA RAHMANA, 2025)
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA DI PANTI ASUHAN BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR (BTRG) KECAMATAN ULEE KARENGRNKOTA BANDA ACEHRNTAHUN 2011 (Yusnidar, 2022)
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA DI PANTI ASUHAN BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR (BTRG) KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Yusnidar, 2022)