<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135901">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF USING CODE MIXING IN LAYANGAN PUTUS THE SERIES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHALSABILA ADZRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Shalsabila Adzra. (2024). Analisis Penggunaan Campur Kode dalam Serial Layangan Putus. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Usman Kasim., M. Ed., dan Dr. Dohra Fitrisia., S. Pd., M. Ed.&#13;
&#13;
Campur kode merupakan istilah untuk situasi pencampuran dua bahasa atau lebih dalam satu pernyataan. Fenomena ini dapat ditemukan dalam serial film Layangan Putus. Penelitian ini difokuskan pada pola dan contoh campur kode yang digunakan oleh tokoh dalam Serial Layangan Putus dan jenis campur kode yang dominan digunakan dalam Serial Layangan Putus. Karena tujuan peneliti adalah untuk meneliti campur kode dalam serial film Layangan Putus, maka strategi kualitatif digunakan dalam melakukan penelitian ini, khususnya dengan menggunakan analisis isi. Serial film Layangan Putus menjadi subjek penelitian ini, sedangkan penggunaan campur kode oleh para aktor—terutama dalam episode 1 hingga 5—menjadi objek penelitian ini. Informasi dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi. Data untuk penelitian ini telah dianalisis melalui kerangka teori yang ditetapkan oleh Muysken (2000), yang mengkategorikan campur kode menjadi tiga proses utama: penyisipan, alternasi, dan leksikalisasi kongruen. Ada 61 data yang ditemukan dalam episode 1 hingga 5. Data tersebut terdiri dari 53 Penyisipan, 6 Alternasi, dan 2 Leksisalisasi Kongruen. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seri ini sebagian besar menggunakan campur kode penyisipan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Campur Kode, Seri, Layangan Putus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135901</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 10:02:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 15:03:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>