<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135851">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN SUHU PENGERINGAN PADA PEMBUATAN TEPUNG COKELAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlisa Wirna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cokelat (Theobroma cocoa L) telah dikenal di Indonesia sejak tahun&#13;
1560. tetapi baru menjadi komoditi yang penting sejak tahun 1951. Sedangkan di&#13;
Aceh tanaman cokelat baru berkembang dengan pesat pada tahun 1980-an. dengan&#13;
penyebaran meliputi Aceh Timur, Pidie. Bireun, Aceh Utara dan Aceh Barat.&#13;
               Tepung cokelat merupakan salah satu hasil olahan dari biji cokelat yang&#13;
cukup dikenal, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan&#13;
pembuatan kue, campuran dari minuman dan lain-lain. Proses pengolahan tepung&#13;
cokelat meliputi penyangraian, pembuangan kulit ari, penghancuran, pengukusan,&#13;
pengepresan, dan pengeringan. Rangkaian proses ini berpengaruh tcrhadap mutu&#13;
tepung cokelat yang dihasilkan. Perlakuan pendahuluan seperti penyangraian dan&#13;
pengukusan dilakukan untuk memperbaiki warna. memberi rasa dan aroma khas&#13;
dari cokelat sehingga dihasilkan tepung cokelat yang bermutu baik. Selain itu,&#13;
pengukusan biji cokelat juga bertujuan untuk memperbaiki penampakan cokelat,&#13;
mempennudah pemisahan kandungan lemak dalam biji-biji cokelat dan&#13;
mcningkatkan aroma (Siswoputranto, 1978).&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan biji&#13;
cokelat dan suhu pengeringan biji cokelat terhadap mutu tepung cokelat yang&#13;
dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan dan&#13;
Laboratorium Pengolahan Nabati, Jurusan Teknologi Hasil Pcrtanian fakultas&#13;
pertanian. Laboratorium Makanan Ternak, Jurusan Petemakan. fakultas Pertanian.&#13;
Laboratorium kimia Jurusan Kimia, fakultas MIPA. Laboratorium Opcrasi Teknik&#13;
Kimia, fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala pada bulan Juni - Juli 2005.&#13;
               Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri &#13;
atas dua faktor yaitu, faktor P (lama pengukusan) dan faktor T (suhu &#13;
pengeringan). Faktor P terdiri atas 3 tarafyaitu Pl= I jam, P2 = 2jam, dan P3 = &#13;
3 jam pada suhu yang umum digunakan yaitu 100&quot;C. Faktor T terdiri atas 3 taraf   yaitu T1 = 50&quot;c. T2 =&#13;
60&quot;C, dan T3 = 70€. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang&#13;
 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis &#13;
sidik ragam dan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati adalah&#13;
kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar lemak serta uji organoleptik terhadap&#13;
warna, tekstur dan aroma.&#13;
               Faktor lama pengukusan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap nilai organoleptik warna, aroma dan tekstur. Faktor suhu&#13;
pengeringan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat&#13;
kasar, kadar lemak, organoleptik warna, aroma dan tekstur.&#13;
               Tepung cokclat yang terbaik pada penelitian ini adalah tepung cokelat&#13;
dengan perlakuan lama pengukusan selama 3 jam dan pengeringan pada suhu&#13;
60'C. Karakt eristik produk yang disukai panelis berdasar kan ujiorganoleptik nilai&#13;
kesukaan warna adalah 3,92 (biasa sampai suka), aroma 3,90 (biasa sampai suka)&#13;
dan tekstur 3,60 (biasa sampai suka), yang mcmiliki kadar lemak 6,79%, kadar air&#13;
3,27%, kadar abu 6,48%, kadar serat kasar 5,33%. Dimana nilai rata-rata&#13;
perlakuan analisis telah mendekati standar mutu SNI yang ditetapkan pada tepung&#13;
cokelat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135851</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 08:41:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 08:41:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>