<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135793">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL KELUARGA MISKIN PEDESAAN (STUDI KASUS DI GAMPONG DAYAH TANOH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT RARA RIYANNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banyak diantara masyarakat miskin Desa Dayah Tanoh tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehari hari untuk menyambung hidup memenuhi kebutuhan, mereka bekerja sebagai buruh bangunan, buruh tani, dan buruh kasar lainnya yang tidak menentu tergantung musim dan peluang.  Teori yang digunakan untuk analisis dalam penelitian ini adalah teori kemiskinan kultural yang dikemukakan oleh Oscar Lewis. Berdasarkan teori tersebut, ada beberapa indikator yang bisa dilihat untuk masalah kemiskinan kultural yaitu, pendidikan yang rendah, keahlian atau keterampilan, kelangkaan lapangan pekerjaan, sikap, pendapatan yang rendah, manajemen keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga miskin masyarakat Gampong Dayah Tanoh. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada penyebab eksternal dan internal dalam terbentuknya budaya miskin di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa fatalisme, sifat malas, dan tidak memiliki keterampilan adalah faktor internal yang menyebabkan budaya miskin. Disebutkan bahwa faktor tersebut merupakan faktor internal karena masalah yang dihadapi berasal dari dalam diri sendiri. Faktor luar penyebab budaya miskin adalah masyarakat yang menggunakan sistem ekonomi uang, seperti buruh upahan, upah rendah, ketergantungan, dan kesulitan bagi golongan berpenghasilan rendah untuk meningkatkan modal sosial dan ekonomi mereka. Selain itu, budaya seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti bagaimana seseorang dibesarkan dalam masyarakat tertentu dapat memengaruhi tindakan mereka.&#13;
Kata kunci: Profil, Keluarga Miskin, Pedesaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135793</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-06 20:20:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 14:44:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>